Camat Ini Ancam Tak Beri Pelayanan Jika Warga Menolak Tanam Pohon

METROTANGSEL.COM– Boleh jadi aturan ini ini adalah yang pertama dilakukan seorang camat.

Demi menghijaukan lingkungan, Camat Neglasari, Ubaidilah, di Kota Tangerang mewajibkan setiap warga menanam satu pohon di rumahnya.

“Ini program sedekah oksigen. Tiap warga harus menanam satu pohon di rumahnya,” ujar Ubai

Jika menolak, seluruh pegawai kecamatan tak sudi melayani warga yang bersangkutan terkait keperluan administrasi.

“Ini program sedekah oksigen. Tiap warga harus menanam satu pohon di rumahnya,” ujar Ubai sapaan Ubaidilah di Neglasari, Senin (7/8/2017).

Ubaidilah mengungkapkan, program ini sudah sepekan dijalani oleh jajarannya dan masyarakat sekitar. Bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang sejuk nan asri.

“Kalau ada warga yang tidak melakukan itu, ya terpaksa kalau mengurus sesuatu tidak kami layani,” ucapnya.

“Tidak harus pohon-pohon atau tanaman yang mahal, yang murah juga kan banyak,” kata Ubai.

Ubai mengaku sudah berkoordinasi dengan aparatur di bawahnya terkait aturan ini. Seperti jajaran Ketua RT/RW serta kelurahan sekitar.

“Kami ingin agar Kota Tangerang ini tidak gersang. Makanya ada penanaman pohon, ini kan untuk kebaikan kita bersama,” katanya.

“Tidak harus pohon-pohon atau tanaman yang mahal, yang murah juga kan banyak,” tambah Ubai.

Ia mengungkapkan dirinya mencanangkan program tersebut lantaran perlu adanya inovasi yang terus ditekankan Wali Kota Tangerang, Arief Wismansyah.

Hal itu dilakukan demi menciptakan lingkungan menjadi lebih baik.

“Harus bisa diubah gaya hidupnya. Menanam pohon ini kan sama saja sedekah oksigen,” katanya.

“Bahkan nanti ke depannya akan kita ciptakan Neglasari Berkebun yang hasilnya dapat menunjang perekonomian masyarakat,” imbuhnya.

Program tersebut juga mendapat respon positif dari masyarakat setempat.

Saripudin (31) satu dari warga Kedaung, Neglasari, Kota Tangerang menyambut baik dengan adanya sedekah oksigen yang diwajibkan di lingkungannya itu.

“Kalau kaya gini enak jadi adem. Tanem pohon yang murah aja seperti pucuk merah, kumis kucing, atau pun yang lainnya,” papar Saripudin seperti dilansir Warta Kota. (dra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here