Dinda, Gadis Belia Pengindap Meningitis Ini Butuh Pengobatan

Kondisi Dinda Wandasari Masih Terbaring Lemah di Rumah Kontrakannya. Foto : Juna

METROTANGSEL.COM—Dinda Wandasari harus menahan rasa nyeri yang hebat dibagian kepala  dan demam tinggi akibat penyakit meningitis atau peradangan selaput otak yang dideritaya. Sudah Sembilan bulan Dinda merasakan derita itu.

Dan selama itu pula putri sulung Yuni Ramdani ini tidak lagi bersekolah. Ia hanya terkulai lemah diatas tempat tidur menahan rasa sakit.

Saat dikunjungi METROTANGSEL.COM bersama tim dari PWI Tangsel,  kondiisi gadis berusia sembilan tahun ini pun sangat memperihatinkan. Saat itu, ia mengenakan pakaian daster warna biru terlihat sedang tertidur dengan alat bantu pernafasan dan infus yang ada ditubuhnya.

Kedua matanya tidak lagi bisa menutup sempurna, seakan tidak pernah merasakan nikmatnya lelap saat tertidur.

Dinda tinggal bersama kedua orangtuanya di rumah kontrakan berukuran  empat meter persegi  di Jalan Akasia, RT003/018, atau lokasinya persis di depan Taman Pemakaman Islam, Kecamatan Pamulang Timur.

Rumah kontrakan tempat Dinda Tinggal.

Di ruang kamarnya itu tampak sebuah mesin jahit milik orang tuanya yang biasa digunakan menerima  order jahitan dari para tetangganya.

Yuni, orang tua Dinda, mengaku sudah berupaya dengan membawa putrinya untuk diobati. Mulai dari Puspkesmas, hingga rumah sakit swasta. Namun upayanya  itu terhenti  lantaran tidak mampu lagi membiayai pengobatan putrinya itu karena biayanya sangat mahal.

“Harga obatnya sangat mahal, bisa mencapai puluhan ribu sampai ratusan ribu rupiah untuk setiap jenis obat,”ungkap Yani

Sementara upayanya  untuk mendapatkan pelayanan pengobatan gratis oleh pemerintah pun terhenti karena  tidak mendapatkan informasi yang pasti.

Namun Yani mengaku masih mempunyai semangat untuk berjuang demi kesembuhan anaknya. “Apapun saya akan lakukan untuk kesembuhan Dinda. Sehingga ia bisa tersenyum riang dan kembali kesekolah, “harapnya. (asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here