Rio Beli Sabu-sabu di Lokasi Hiburan Malam di Jakarta Barat

METROTANGSEL.COM– Pesinetron Rio Reifan untuk kedua kalinya ditangkap polisi dengan kasus narkoba jenis sabu-sabu.

Pada tahun 2015, Rio ditangkap di lobi Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.

Kala itu, ia ditangkap bersama barang bukti dua kantong plastik yang berisi narkoba jenis sabu seberat 0,48 gram dan 1,75 gram beserta dua alat hisapnya.

Akibat kasus itu Rio harus mendekam di penjara selama sembilan bulan

Namun, kini dia akan kembali menghuni di lembaga pemasyarakatan karena terjerat kasus penggunaan narkoba untuk kedua kalinya.

Rio dibekuk polisi saat berada di dalam mobil Toyota Vios B 54 KTI di tepi Jalan Raya Caman, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Minggu (13/8/2017) sekitar pukul 19.30.

Dia dicurigai karena cukup lama menepikan mobilnya di pinggir jalan.

Polisi kemudian menemukan sepaket sabu-sabu seberat 0,21 gram berikut alat hisap sabu-sabu.

Hasil tes urine Rio juga positif mengandung narkoba.

Wakil Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota Ajun Komisaris Besar Polisi, Wijonarko, dalam jumpa pers, Senin (14/8/2017), menyebutkan sabu itu dibelinya dari salah seorang temannya di hiburan malam daerah Jakarta Barat.

“(Saat ditangkap) Dia menepi di pinggir jalan hendak menggunakan sabu dan kemungkinan sudah dikonsumsi,” ungkap Wijonarko.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestro Bekasi Kota Komisaris Ujang Rohanda menambahkan, status tersangka yang disandang RF juga diperkuat dengan hasil urine.

“Hasil urine positif mengandung methapitamine atau narkoba golongan I,” kata Ujang.

Ujang mengaku, sampai saat ini petugas masih menginterogasi tersangka.

Penyidikan dilakukan lebih dalam guna mengetahui pemasok barang haram dan sepak terjang tersangka dalam menggunakan sabu.

“Untuk berapa lamanya menggunakan sabu masih kita gali keterangannya. Meski dulu pernah kena dengan kasus yang sama,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ujang juga enggan berkomentar apakah tersangka Rio bakal direhabilitasi atau tidak.

Menurut dia, hal itu masih terlalu jauh karena penyidik baru menangani kasus tersebut. “Kita masih periksa dulu yang bersangkutan,” jelasnya.

Akibat perbuatannya tersangka Rio akan dijerat Pasal 112 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman penjara maksimal 12 tahun. (kit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here