1,24 Juta Warga Banten Tak Bisa Baca Al Quran

METROTANGSEL.COM– Hasil survei Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) terhadap jumlah masyarakat yang tak bisa membaca Al Quran di Provinsi Banten cukup mengejutkan.

Padahal Banten dikenal sebagai daerah yang banyak melahirkan ulama-ulama besar di Nusantara, bahkan menjadi daerah paling religius menurut penelitian Martin van Bruinessen asal Belanda.

Akan tetapi, hasil survei menunjukkan sekitar 1,24 juta orang atau 12,4 persen dari 10 juta warga Banten tidak bisa membaca Al Quran.

“Sekitar 12,4 persen tidak bisa membaca Alquran. Ternyata belum 90 persen. IPM (indeks pembangunan manusia) untuk baca huruf Latin masih rendah, ternyata baca Alquran juga rendah, ini problem,” kata peneliti dari LIPI, Lili Romli, di Kanwil Kementerian Agama Banten, Kota Serang, Rabu (23/8/2017).

Penelitian survei melek huruf Alquran ini dilakukan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) di 8 kabupaten/kota Banten. Survei dilakukan pada Juni, bertepatan dengan Ramadan.

Sebanyak 1.505 orang dari 155 desa pada 50 kecamatan di 8 kabupaten/kota dijadikan responden dalam survei ini.

Margin of error 2,5 persen dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Menurut Lili, tingkat kemampuan membaca Alquran juga dikelompokkan, mulai dari sangat buruk sampai sangat lancar. Hasilnya, kemampuan membaca dari kategori tinggi hanya 23,28 persen, sedang 50,05 persen, dan rendah 26,67 persen.

“Dari 87,6 persen ini dari sedang sampai rendah. Yang tahu (ilmu) tajwid sedikit. Mayoritas sedang atau pas-pasan,” ujarnya.

Jika kemampuan membaca Alquran warga Banten dispesifikkan, ternyata 4,17 persen sangat buruk, 5,08 persen buruk, 6,90 persen sangat kurang, dan 10,54 persen kurang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here