Ini Seputar Mitos dan Fakta Tentang Daging Kambing

@copyright --food'n'chef

METROTANGSEL.COM— Bicara daging kambing dan aneka menu masakan berbahan daging kambing, tentu tidak pernah ada habisnya. Terlebih jika dihubung-hubungkan dengan peningkatan “gairah”.

Masyarakat sepertinya telah larut dalam sugesti, dan bahkan telah berkembang menjadi mitos soal efek mengkonsumsi daging kambing yang sangat populer saat lebaran Idul Adha ini.

Berikut seputar mitos dan fakta efek daging kambing seperti yang dilansir femina.co.id
Mitos: Daging kambing bisa meningkatkan libido, terutama bagian torpedo
Fakta: Hormon yang berpengaruh terhadap libido adalah testosteron. Daging (bukan hanya daging kambing), karena mengandung protein tinggi, bila dikonsumsi dalam jumlah tertentu  mungkin saja berpengaruh terhadap pembentukan testosteron, sehingga libido dapat meningkat. Termasuk bagian torpedo (testis), yang juga kaya protein.

Mitos: Jangan menyantap daging kambing bersamaan dengan buah durian
Fakta: Seperti halnya avokad, buah durian adalah jenis buah yang mengandung  lemak cukup tinggi. Dalam daging kambing pun ada kandungan lemak. Jika keduanya dikonsumsi oleh orang yang punya riwayat penyakit penyempitan pembuluh darah atau jantung koroner, tidak menutup kemungkinan penyakit tersebut akan makin parah. Tapi, bila disantap oleh  orang yang sehat, tidak akan menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan.

Mitos: Penderita tekanan darah tinggi tidak boleh mengonsumsi daging kambing
Fakta: Belum ada penelitian ilmiah bahwa daging kambing bisa memicu tekanan darah tinggi. Ini hanya kepercayaan masyarakat. Kalaupun memang benar, mungkin karena pengaruh mengonsumsi protein (berlaku untuk semua jenis daging) yang terlalu banyak.

Mitos: Daging kambing lebih menyehatkan daripada daging sapi
Fakta: Daging kambing lebih banyak mengandung asam lemak tak jenuh daripada daging sapi. Lemak tak jenuh ini lebih bermanfaat untuk kesehatan daripada lemak jenuh. Kandungan lemak jenuh (yang cenderung meningkatkan kolesterol darah) daging kambing 8,5 kali lebih rendah daripada daging sapi.

Mitos: Bau prengus atau tidaknya daging kambing tergantung cara pemotongannya
Fakta: Kambing yang dipotong dalam keadaan stres membuat rasa dagingnya tidak enak. Agar kambing tidak stres, jaga jangan sampai melihat darah temannya, tidak  ada penyiksaan (dipukul atau ditarik-tarik), dan langsung dipotong dengan pisau yang betul-betul tajam. (fem/asn))

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here