Ketua-ketua KADIN di Daerah Kagumi Konsep Hunan Meikarta

METROTANGSEL.COM – Konsep hunian kota mandiri Meikarta milik Lippo Group di Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, nampaknya menarik perhatian para Ketua Kamar Dagang dan Indutri (Kadin) dari berbagai daerah.

Ketua Kadin Bali, AA Ngurah Alit Wiraputra misalnya, yang sengaja dating bersama empat ketua Kadin dari daerah lain mengaku bahwa konsep hunian ini menjadi magnet tersendiri bagi para pengurus Kadin dari berbagai daerah.

“Konsep pembangunan Meikarta seperti ini layak dijadikan proyek percontohan untuk wilayah yang lain,” kata AA Ngurah Alit di Orange County, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Rabu (4/10).

Salah satunya, tambah AA Ngurah Alit, tidak adanya kabel listrik dan telepon yang menggantung, namun sudah ditanam di lapisan tanah.

Selain itu, seluruh fasilitas juga saling terintegrasi dengan baik seperti kawasan perkantoran, hunian, mal, industri, pendidikan dan sarana lainnya.

“Konsep ini perlu dicontoh dan perlu dikembangkan karena ini sebuah kota milenia di mana generasi muda kita perlu melihat,” tambahnya antusias.

Selain itu, AA Ngurah Alit juga mengapresiasi pihak pengembang yang menyediakan lahan seluas 100 hektar untuk dijadikan taman.

Ia menganggap, keberadaan taman dianggap sangat penting untuk penghijauan, sekaligus sarana kegiatan masyarakat.

“Sungguh luar biasa lahan seluas 100 hektar digunakan sebagai sarana umum. Kalau dinilai dari segi materi bisa dibayangkan (nilainya),” jelasnya.

Untuk diketahui, The Central Park Meikarta merupakan taman ruang terbuka hijau seluas 100 ha yang terdapat danau seluas 25 ha.

Dalam kesempatan yang sama, Kadin Bandar Lampung F Heri Dian juga berkomentar sekaligus menegaskan, proyek ini bisa dijadikan sebuah contoh untuk pemerintah yang menjadi mitra dengan pihak swasta dalam membangun kota yang bagus untuk kesejahteraan ke depan.

Menurut dia, kesejahteraan itu dibangun secara sinergi antara pemerintah dengan pihak swasta.

“Pemerintah atau swasta tidak bekerja sendiri-sendiri tapi semua komponen itu harus menjadi mitra kerja sama dalam membangun kota modern,” tegas Abraham.

Menurutnya, para pakar atau tenaga ahli sudah mendesain konsepnya dengan matang.

Pengusaha sebagai pengembang, sedangkan pemerintah pembuat program sehingga bisa mengangkat pertumbuhan ekonomi ‎secara keseluruhan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here