Wapres Resmikan Fasilitas Teknologi Pertanian dan Kesehatan di Puspiptek

METROTANGSEL.COM – Wakil Presiden Jusuf Kalla meresmikan pengoperasian fasilitas Iradiaotor Gamma Merah Putih (IGMP) dan Laboratorium Radioisotop Radiofarmaka di Kawasan Puspiptek, Setu, Kota Tangsel, Rabu (15/11).

Pembangunan IGMP salah satunya dimaksudkan untuk memperbaiki pengelolaan pascapanen pada produk pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.

Selama ini, sistem pengelolaan pascapanen belum maksimal sehingga menyebabkam kondisi hasil panen cepat membusuk.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menjelaskan, Fasilitas Iradiator Gamma Merah Putih (IGMP) yang merupakan hasil kerja sama antara BATAN dengan pihak Izotop Hongaria di kawasan Puspiptek, Kota Tangerang Selatan ini diresmikan setelah memperoleh izin Badan Pengawas Teknologi Nuklir (Bappeten).

Wapres berharap dengan adanya fasilitas ini mampu meningkatkan hasil pertanian dan produk ekspor pangan di Tanah Air, sehingga turut mendorong kemajuan bangsa.

“Saya ingin menyampaikan terimakasih kepada BATAN (Badan Teknologi Nuklir Nasional) yang menghadirkan hasil karya yang baik, yang dapat bermanfaat untuk kehidupan kita dan ekonomi bangsa,” kata Wapres JK saat memberikan sambutan.

Dalam kesempatan yang sama Wapres juga meresmikan laboratorium radioisotop dan radiofarmaka di Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) BATAN yang berada di Kawasan yang sama.

Laboratorium ini difungsikan untuk memproduksi radioisotop dan radiofarmaka yang berguna bagi dunia kesehatan. Saat ini produksi radioisotop dan radiofarmaka BATAN telah banyak diedarkan oleh PT. Kimia Farma untuk dimanfaatkan oleh masyarakat.

Radioisotop dan radiofarmaka berfungsi mendiagnosis dan mengobati berbagai penyakit, diantaranya penyakit kanker dan gondok yang sering diderita oleh masyarakat.

Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany yang hadir mendapingi Wapres menyampaikan ucapan selamat kepada Badan Teknologi Nuklir Nasional (BATAN) yang telah meresmikan iradiator dan laboratorium radioisotop.

“Fasilitas ini bisa memberi sumbangsih ekonomi dan masyarakat kita. Suatu lembaga penelitian melihat ke depan karena teknologi sangat cepat jalannya,” katanya.

Sementara Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto, mengungkapkan IGMP dibangun untuk menjawab kondisi pengolahan pascapanen Indonesia sebagai negara agraris maritim dengan potensi produk pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan sangat melimpah.

Namun karena sistem pengelolaan pascapanennya yang buruk menyebabkan kondisi hasil panen cepat membusuk. IGMP merupakan karya anak bangsa dengan kandungan lokal lebih dari 84 persen.

Adapun, fasilitas tersebut merupakan hasil kerja sama antara Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dengan pihak Izotop Hongaria. (asn/hms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here