Sidak ke Autoparts BSD, Mobil Pimpinan Dewan Diusir Pemilik Toko  

Ketua DPRD Kota Tangsel, Moch Ramlie dan Wakilnya, Moh Saleh Asnawi saat Sidak ke Kawasan Autoparts BSD.

METROTANGSEL.COM, Serpong – Mobil dinas yang ditumpangi dua petinggi DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diusir pemiliki toko di kawasan Autopart BSD. Kamis (25/1/2018).

Mobil dinas yang mereka tumpangi tidak diperkenankan parkir oleh seorang pria pemilik kios di lokasi Autopart BSD, Tangsel.

Bahkan, si pemilik toko itu sempat melontarkan kata-kata kasar. Dan saking kasarnya, hingga ada salah seorang warga naik pitam karena tidak terima kedua wakil rakyat diperlakukan kasar.

Padahal kehadiran kedua pimpinan dewan itu sedang menjalankan tugasnya,  inspeksi mendadak (Sidak) tentang penerapan parkir prabayar di kawasan Autopart BSD, yang ditolak sebagian warganya.

Peristiwa yang dialami kedua pimpinan dewan itu terjadi saat rombongan Dewan Tangsel memasuki kawasan Autoparts BSD.

Mobil dinas warna putih yang dikenakan ketua DPRD Kota Tangsel sempat kesulitan mencari lahan parkir.Dan pada saat akan memarkirkan di depan salah satu toko si pemilik toko, tiba-tiba datang mengusir mobil ketua dewan.

Akibatnya, ada salah seorang warga yang tidak terima terhadap perlakuan si pemilik kios tadi. Keduanya  nyaris adu jotos. Beruntung, aksi yang nyaris berujung bentrok fisik itu pun segera dilerai oleh warga pemilik kios lain, yang saat itu ikut menyaksikan kejadian tersebut.

Otong, Ketua RT setempat yang berada dilokasi keributan antara warga dengan pemilik kios mengatakan bahwa si pemilik kios tersebut merupakan salah seorang perwakilan pengurus asosiasi yang setuju dengan adanya parkir berbayar yang diterapkan dikawasan tersebut.

“Mereka setuju ada parkir berbayar,  tapi mereka marah ada mobil lain yang parkir di depan tokonya.  Sementara diarea ini tidak ada kantong-kantong parkir,” kata Otong kepada wartawan dilokasi.

Otong jelaskan, alasan warga menolak parkir berbayar karena memang tidak ada kantong parkir di area itu. Sebab, sebagian besar pengunjung yang datang, biasanya langsung menuju bengkel atau toko untuk melakukan perbaikan mobil dan service.

“Area ini semuanya ruko, dan di depan ruko itu halaman ruko untuk bengkel service dan lainnya. Jadi tidak ada kantong parkir disini. Makanya kami menolak adanya parkir berbayar disini. Karena keributan seperti tadi sering terjadi, pengunjung tentunya merasa sudah bayar parkir maka bebas parkir dimana saja,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Tangsel, Moch Ramlie saat ditanyai ikhwal kejadian tersebut mengatakan akan segera mencarikan solusi untuk mengatasi persoalan yang ada di kawasan Autoparts itu.

“Tadi saya sudah lihat sendiri konfliknya seperti apa. Nanti akan kita panggil semua pihak untuk mencarikan solusi yang terbaik,” ujarnya.

Hal sama diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel Moh Saleh Asnawi, ia mengaku akan segera menyikapi persoalan yang terjadi di pusat penjualan onderdil BSD, Serpong tersebut.

“Kami akan sikapi dengan cepat persoalan ini, agar tidak ada lagi kejadian seperti ini,” tandasnya. (hdr/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here