Ini Penjelasan Dinkes Terkait Siswi Yang Diduga Meninggal Karena Difteri

METROTANGSEL.COM, Serpong – Informasi tentang gadis cantik Naswa Fahira, siswi SD Negeri 01 Rawa Buntu, Tangsel yang meninggal dunia setelah disuntik difteri menjadi viral.

Viralnya informasi itu langsung membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel, mendadak memberikan klarifikasi.

Dihadapan awak media, Kepala Puskesmas Rawa Buntu membeberkan kronologis saat Naswa dibawa ke Puskesmas Rawa Buntu, Serpong.

Naswa yang sempat mengeluh sakit pada dadanya, dibawa ke puskesmas pada pukul 18.20 WIB untuk diberikan pertolongan. Namun, belum berselang satu jam, sekitar pukul 19.05 WIB, Naswa dinyatakan meninggal dunia.

“Tiba di puskesmas sudah dalam keadaan pucat dan nadi tidak teraba, tubuhnya juga sudah dingin. Kemudian dibantu dengan bantuan hidup dasar atau bantuan pernapasan. Dan dinyatakan meninggal pukul 19.05 WIB,” beber Hartono, Kepala Puskesmas Rawa Buntu di kantor Dinkes Tangsel, Sabtu (24/2/2018).

Hartono menambahkan, berdasarkan keterangan keluarga korban, Naswa sudah lama mengidap penyakit asma jadi tidak benar karena difteri.

“Menurut keterangan keluarga, penyakit asma almarhumah sering kambuh dan tidak ada pembahasan mengenai efek samping dari Difteri. Naswa memang memiliki asma dan jika dilihat difteri pertama di Puskesmas, Naswa tidak mengalami efek samping,” tambahnya.

Senada dengan Hartono, Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tulus Muladiono, memaparkan pihaknya langsung mengumpulkan informasi yang beredar, baik dari puskesmas, pihak sekolah maupun bertemu dengan keluarga korban.

“Saya dapat informasi pada (24/2/2018) pukul 10.00 WIB. Langsung kami kroscek, apakah benar ini pengaruh dari difteri. Dan hasil yang kami dapatkan, almarhumah mengidap penyakit asma dan telah dinyatakan meninggal sekitar pukul 19.05 WIB,” paparnya.

Meninggalnya Naswa Bukan Karna Suntik Difteri

Meninggalnya Naswa Fahira Andrean siswi kelas 4 SD Negeri 01 Rawa Buntu, bukanlah karena difteri melainkan karena penyakit asma yang sudah lama dideritanya.

Hal tersebut disampaikan Kasie Imunisasi Surveillance dan Penanggulangan Krisis Dinkes Tangsel, Rr Sulestiorini di hadapan media saat memberikan klarifikasi, Sabtu (24/2/2018).

Bahkan, Rr Sulestiorini mengaku pihaknya juga telah bertemu dan berkoordinasi dengan ayah dari Naswa Fahira.

“Pasien awalnya mengeluh sakit karena Asma, dan telah di uap dengan nebulizer dirumah. Bukan karena difteri. Ayah Naswa juga menjelaskan anaknya telah disuntik difteri pertama pada Desember 2017. Difteri kedua di awal Februari 2018 dan tak mengalami efek samping apapun,” jelas Rr Sulestiorini.

Tak lama setelah tindakan penguapan itu, Rr Sulestiorini menambahkan, Naswa menjerit sakit dan kemudian dibawa oleh pihak keluarga ke klinik Al Hakim.

“Kemudian, pasien menjerit sakit dan wajahnya membiru serta pupil matanya membesar. Dikira kesurupan, lalu dibawa ke klinik Al-Hakim. Karena tidak ada dokter, dibawa ke Puskesmas Rawa Buntu sekitar pukul 18.20 WIB dan tidak nyawanya tidak tertolong,” tambahnya

Hadir dalam klarifikasi tersebut, Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Tangsel Dr Tulus Muladiono, Kasie Imunisasi Surveillance dan Penanggulangan Krisis Dinkes Tangsel, Rr Sulestiorini dan Kepala Puskesmas Rawa Buntu, Hartono. (lni/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here