TBIC Puspiptek : Tempe “Mangano” Bisa Tahan 1,5 Tahun

    METROTANGSEL.COM, Setu – Dalam peluncuran perdana produk tenan TBIC (Technology Busines Incubation Center) – Puspiptek, terdapat 350 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), Rabu (28/2/2018).

    UMKM tersebut berasal dari Tangsel dan Bogor. Dalam kesempatan ini, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, menargetkan 1.000 perusahaan berbasis teknologi.

    “Dengan adanya inovasi teknologi, terbukti sekarang sudah mampu memiliki industri pemula yang memiliki kualitas tinggi. Tentunya ini akan membantu meningkatkan perekonomian,” ujarnya.

    Salah satu perusahaan makanan dengan merk ‘Mangano’. Produk makanan berbahan tempe ini siap mendunia. Mangano merupakan bahasa dari Jawa Tengah yang artinya silahkan makan.

    Pemilik Mangano, Bambang Suyikno mengatakan, dalam sebulan tempe Mangano bisa mengirim dua container untuk dieksor ke negara Gingseng, Korea Selatan.

    “Satu container, kami bisa mengirim 75.000 pcs tempe. Tapi,  jangan melihat dari sisi rupiahnya saja, keberhasilan kita mengirim produk asli Indonesia itu yang perlu diapresiasi,” ujarnya.

    Keberhasilan Mangano mengekspor tempe ke Korea Selatan berkat adanya inkubasi bisnis teknologi yang digagas oleh Puspiptek. Apalagi, tempe Mangano bisa tahan lama sekitar 1,5 tahun.

    “Biasa mengolah dengan cara tradisional dan pengemasannya juga tradisional. Tapi, dengan belajar menggunakan teknologi belajar pula cara packaging. Bagaimana, bisa tahan lama dan konsumen bisa mengolahnya tanpa harus dibekukan,” jelas Bambang.

    Tempe tradisional biasanya dibungkus dengan daun jati maupun daun pisang. Bambang pun, tak memungkiri untuk berinovasi mengemas dengan daun jati maupun pisang.

    “Kita fleksibel, kalau ada yang minta dibungkus daun akan kita penuhi. Kita akan selalu berinovasi,” ungkapnya.

    Kepala Puspitek Sri Setiawati, menyampikan kegembiraannya atas perkembangan start-up yang dibina melalui inkubasi.

    Sedangkan, Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie sangat menyambut baik program yang dikembangkan oleh Puspiptek.  Dan, berharap UMKM di Tangsel dapat memanfaatkan keberadaan Puspiptek.

    “Kami mendorong agar pelaku-pelaku UMKM di Tangsel dapat memanfaatkan secara maksimal keberadaan Puspiptek. Serta program dan fasilitas di dalamnya untuk mendukung peningkatan daya saing,” imbuhnya. (lni/asn)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here