Airin Berharap PIS-PK Segera Berjalan di Tangsel

Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany bersama Kadis Kesehatan Tansel, menandatangani pencanangan komitmen PIK. (Foto : Lani/metrotangsel.com)

METROTANGSEL.COM, Ciputat – Kementrian Kesehatan telah menetapkan Rencana Strategis (Renstra) 2014 hingga 2019, mendatang.

Renstra tersebut tertuang ke dalam tiga pilar utama, antar lain paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan dan jaminan kesehatan nasional

Hal itu disampaikan Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, saat hadir dalam kegiatan sosialisasi Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) kepada Camat dan Lurah di Aula Lantai IV, Balai Kota Tangsel, Senin (5/3/2018).

“Program Indonesia Sehat yang dimaksud pada Renstra tersebut dilaksanakan dengan tiga pilar utama yaitu paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan dan jaminan kesehatan nasional,” tambahnya.

Pemerintah Tangsel terus melakukan evaluasi dan perbaikan dibidang kesehatan masyarakat terus dilakukan.

Berbagai kebijakan telah dikeluarkan diantaranya pengobatan gratis bagi pemegang e-KTP, pencanangan kawasan tanpa rokok di kawasan perkantoran dan tempat umum serta kebijakan lainnya.

Airin juga berharap, pencanangan program PIS-PK butuh kerjasama antar sektor. Sehingga dapat melihat kondisi kesehatan masyarakat Tangsel.

“Semoga dengan pencanangan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga pada hari ini, akan memperkuat kerjasama lintas sektoral sehingga kita mampu memetakan secara keseluruhan kondisi kesehatan masyarakat di Kota Tangerang Selatan,” ungkap Airin.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Tangsel, Unna Rahmadonna, menjelaskan bahwa suatu kegiatan akan berhasil diselenggarakan bila ada komitmen.

“Maka dari itu kita meminta kepala wilayah (Lurah dan Camat) untuk komitmen fokus melakukan pendataan kepada keluarga. Kita butuh bantuan dan dukungan dari muspika karena mereka langsung bersentuhan dengan masyarakat,” jelasnya.

Dinas Kesehatan mentargetkan 12 indikator keluarga sehat bisa didata hingga akhir tahun 2018. Jika ada keluarga yang tidak bisa dinilai, secara otomatis indexnya tidak keluar. (lni/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here