Pasca Putusan Sela PTUN, Saleh Tegaskan Dirinya Tetap Pimpin Hanura

METROTANGSEL.COM, Setu – Pasca putusan sela oleh Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, yang menunda pelaksanaan Keputusan Nomor M.HH-01.AH.11.01 Tahun 2018, membuat suhu politik di tubuh Partai Hanura wilayah Tangsel kembali memanas.

Hal ini menyusul pernyataan Moh. Saleh Asnawi bahwa dirinya masih sah memimpin keluarga besar Hanura Kota Tangsel.

Bahkan Saleh juga menepis adanya isu tentang kepindahan dirinya ke partai lain. Ia pun menduga isu tersebut segaja disebar oleh oknum politik yang haus kekuasaan.

“Tidak mungkin saya keluar dari partai Hanura, apalagi setelah putusan sela PTUN yang menunda keputusan kepengurusan yang ada saat ini. Jadi semua kembali kepada kepengurusan semula,” ungkap M. Saleh Asnawi saat berada di Sekretariatnya, Selasa (20/3/2018).

Saleh yag kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Tangsel pun mengaku pihaknya juga tidak mau membuat konflik ketika muncul dualisme kepengurusan Partai Hanura hingga merembet ke Tangsel.

“Saat ini, kepengurusan DPP yang dipimpin OSO sedang digugat di pengadilan. Jadi kita tunggu saja hasil proses di pengadilan yang saat ini sedang dalam tahap persidangan. Dan, mari kita hormati keputusan pengadilan. Karena hal ini jauh lebih bijak daripada menyebarkan isu-isu yang justru kontra produktif,” tandasnya

Sementara itu, Ketua Partai Hanura  versi Oso, Amar, saat dikonfirmasi soal putusan sela PTUN, tidak mau menggubrisnya.

Sebab menurutnya putusan tersebut masih berproses dan belum inkracht atau belum memiliki kekuatan hukum tetap.

“Bahwa saat ini perkara gugatan tetap berlanjut ke proses pemeriksaan materi perkara, dimana justru materi perkara lah yang menjadi substansi dari gugatan. Belum ada putusan tetap yang mengikat saat ini, jadi kami diperintahkan untuk tetap bekerja seperti biasanya dan tidak perlu dibuat heboh dengan adanya putusan ini,” ungkapnya.

Amar juga mengaku akan memberikan pemahaman yang sebenarnya kepada seluruh pengurus dan kader Hanura, agar tidak perlu khawatir terhadap putusan sela PTUN tersebut.

“Dan sementara ini kami akan ingatkan kawan-kawan agar tidak perlu kawatir, karena selama belum ada kekuatan hukum yang tetap maka kita akan tetap berjalan,” tandasnya.

Seperti diketahui, PTUN Jakarta, Nomor  24/G/2018/PTUN-Jakarta yang menunda pelaksanaan Keputusan Nomor M.HH-01.AH.11.01 Tahun 2018 tentang restrukturisasi, reposisi, dan revitalisasi pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura periode 2015-2020 yang kini dipegang kubu OSO-Henry Lontung Siregar.

Putusan sela PTUN itu memunculkan beragam reaksi dari kedua kubu partai Hanura.  Yaitu kubu OSO-Henry Lontung Siregar dan kepengurusan partai Hanura versi Daryatmo-Sudding. (hdr/asn)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here