Setelah 23 Tahun Vakum, Zaid Elhabib Kembali Tekuni Merpati Putih

Foto : Lani/metrotangsel.com

METROTANGSEL.COM, Lifestyle – Ketua Komisi 1 Bidang Pemerintahan DPRD Provinsi Banten, Zaid Elhabib ternyata mempunyai keahlian khusus yakni bela diri pencak silat.

Zaid sudah menggeluti dunia bela diri silat sejak tahun 1989 semasa menjadi mahasiswa di Universitas Trisakti. Adapun, silat yang ditekuni yakni Merpati Putih (MP).

Zaid Elhabib

Saat ini, Zaid sudah mencapai tingkatan sabuk merah kombinasi 2 atau setara sebagai pelatih dan tergabung di MP cabang Tangerang Selatan (Tangsel).

“Awal mula saya ikut latihan MP pada tahun 1989, ketika kuliah di Trisakti Jakarta bersama sama teman kuliah di Gelanggang Olah Raga (GOR) Grogol. Saya berlatih MP di Kolat (Kelompok Latihan) GOR Grogol tersebut mulai dari Dasar 1 sampai Tingkat Kombinasi,” papar Zaid yang juga pernah menjadi anggota DPRD Tangsel periode 2009-2014.

Pria kelahiran Jakarta, 12 Oktober 1969 ini, setelah meraih tingkat kombinasi atau setara pelatih tak lupa untuk memberikan ilmunya kepada adik-adiknya di Trisakti.

“Kita membuka Kelompok Latihan di Universitas Trisakti sebagai bagian dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Karena di tingkat Kombinasi sebagai seorang pesilat MP di wajibkan untuk melakukan pengabdian yaitu melatih bagi pesilat MP dari dasar 1 sehingga saya melakukan pengabdian atau melatih di Kolat Trisakti sejak tahun 1993 hingga 1995,” jelasnya.

Tentunya, melakukan pengabdian di MP bukan hanya sekedar untuk melatih pesilat-pesilat baru. Tetapi, bagaimana pesilat agar bisa menjiwai serta mengamalkan dan menghayati nilai-nilai luhur budaya asli Indonesia yang terkandung dalam filisofi Merpati Putih.

“Berpegang teguh kepada motto MP yaitu “Sumbangsihku tak berharga, namun Keikhlasanku nyata”. Itu yang saya tancapkan dalam jiwa saya,” ujarnya.

Sempat vakum cukup lama, karena kesibukannya bekerja setelah lulus kuliah. Kini, Zaid menjadi Dewan Pembina di Perguruan Pencak Silat (PPS) Bela diri Tangan Kosong (Betako) Merpati Putih cabang Tangsel.

“Setelah menyelesaikan studi dan lanjut bekerja, saya vakum di dalam MP karena kesibukan pekerjaan dan juga berumah tangga. Akhirnya bertemu lagi di Tangerang Selatan, ketika ada yang menghubunginya untuk terlibat dalam kepengurusan MP Cabang kota Tangsel,” ungkapnya.

Lantas, apa yang membuat Zaid kembali lagi untuk menekuni kembali silat Merpati Putih, setelah vakum cukup lama yakni kurang lebih 23 tahun?

Kepada metrotangsel.com, Zaid mengungkapkan ada tiga dasar yang membuatnya kembali tekuni silat.

“Yang membuat saya tertarik dan dapat bertahan sekian lama di Merpati Putih, yaitu di dalam Merpati Putih ini bukan hanya sekedar bela diri, tapi diajarkan teknik olah nafas dan ini diperlukan ketekunan, kesungguhan, kedisplinan dan kesabaran,” katanya.

“Sehingga membuat tubuh kita semakin sehat secara fisik dan memiliki ketenangan dalam berpikir serta percaya diri. Selanjutnya, di dalam Merpati Putih ini ternyata ilmu yang kita dapat menyesuaikan dengan kemampuan tubuh kita dalam menerima pelatihan sehingga manfaatnya akan terasa sekali di dalam diri kita ketika melakukan aktifitas sehari hari,” tambahnya.

Dan yang ketiga, sosok Zaid seakan tidak pernah merasa bosan dalam menimba ilmu silat merpati putih. Karena, ada saja ilmu atau pelajaran baru yang di dapat.

Tetapi alasan yang terpenting adalah rasa keakraban dan kekeluargaan di MP tersebut, dimana ada logo merpati putih disitulah keluarga MP berkumpul.

“Setelah kembali latihan stamina saya seperti di recharge kembali, dan karena pencak silat Merpati Putih ini berasal dari seni bela diri keraton. Termasuk di antaranya adalah Pangeran Diponegoro. Sehingga saya berharap dapat melestarikan budaya pencak silat Merpati Putih ini dan juga dapat digemari dari seluruh kalangan,” tuturnya.

Karena, dalam kepelatihannya sangat membantu untuk belajar bagi siswa yang masih bersekolah. Terutama dapat membantu dalam berkonsentrasi dan fokus terhadap pekerjaan atau tugas bagi kalangan karyawan atau mahasiswa.

“Dan yg terakhir dapat menjaga kesegaran tubuh kita bagi yang sudah lanjut usia. Juga dengan adanya MP di kota Tangerang Selatan ini dapat memasyarakatkannya olahraga silat di Tangsel,” bebernya.

Tak hanya itu, selama Zaid menekuni pencak silat ini juga sudah mengikuti beberapa kejuaraan silat diantaranya, Kejuaraan antar Kolat MP se Jakarta Barat, Kejuaraan MP antar Mahasiswa, Kejuaraan MP se-Jabodetabek, dan yang terakhir Kejuaraan Nasional MP ke VI di Bogor. (lni/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here