6000 Botol Miras Dari Berbagai Merk dan Oplosan Dimusnahkan

METROTANGSEL.COM, Serpong – Sekitar  600 botol minuman keras atau miras beragam merk dagang dan oplosan yang beredar di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dimusnahkan.

Pemusnahan berlangsung di halaman Mapolres Kota Tangsel di Jalan Promoter BSD, Lengkong Gudang Timur, Kecamatan Serpong, Jum’at, (13/4/ 2018).

Ribuan botol miras yang dimusnahkan itu merupakan hasil sitaan dari operasi yang dilakukan aparat Polres Metro Tangerang Selatan.

Langkah tegas kepolisian ini dilakukan menyusul maraknya peredaran miras di berbagai daerah yang telah merenggut nyawa puluhan orang.

Wakil Walikota Benyamin Davnie turut ikut serta dalam prosesi acara pemusnahan menyatakan dukungan penuh terhadap tindakan aparat kepolisian dalam melakukan tindakan tegas atas peredaran miras di Tangsel.

“Ini bentuk komitmen bersama baik Pemkot Tangsel maupun Polres Tangsel untuk pemberantasan peredaran miras dan miras oplosan. Pemkot sangat mendukung penegakan hukum ini,” ungkap Wakil Walikota Benyamin.

Menurutnya, Kota Tangsel sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Perizinan dan Pendaftaran Usaha Perindustrian.

Pasal 122 dalam Perda di atas menyatakan bahwa Pemerintah Kita Tangsel tidak menerbitkan izin usaha izin industri, izin impor, izin edar dan SIUP bagi pelaku usaha minuman beralkohol serta melarang setiap orang atau badan dilarang memproduksi, mengedarkan serta memperdagangkan minuman beralkohol.

Benyamin juga mengimbau agar anak-anak muda jangan mencoba-coba meminum minuman keras ini. “Kami bersama dengan Satpol PP terus melakukan razia terhadap penyakit masyarakat ini,” tegasnya.

Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan menerangkan, pemusnahan enam ribu botol miras ini merupakan hasil dari kegiatan operasi yang dilakukan selama 10 hari.

Dilakukan secara serentak aparat dari delapan kepolisian sektor bersama jajaran Satpol PP Tangsel menyisir serta menyita miras yang diperjualbelikan secara bebas.

“Terkait maraknya miras oplosan, dua warga kami di Ciputat yang meninggal karena miras oplosan,” katanya didampingi dan Kepala Kejaksaan Negeri Tangsel Bima Suprayoga.

“Perdanya sendiri sudah ada, memang ini menjadi perhatian kami dan Satpol PP untuk meniadakan peredaran miras,” tambah Ferdy.

Menurutnya, kasus miras oplosan skala nasional sudah merenggut 80 nyawa korban di seluruh Indonesia. Provinsi Jawa Barat adalah yang paling banyak memakan korban.

“Jawa Barat sendiri sudah 40 orang, selanjutnya di Jakarta, Bekasi, Depok dan paling terakhir kemarin di Tangsel ada dua orang korban meninggal. Sampai saat ini baru dua orang warga Ciputat atas nama Rohman dan Ade Firmansyah,” ucapnya. (rls/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here