Gerbang Sekolah Digembok Ahli Waris, Ratusan Siswa SD Tidak Bisa Belajar  

Siswa SDN Ciater 01, Serpong tengah bediri di depan gerbang sekolahnya yang digembok ahli waris lahan. Mereka terpaksa tidak bisa mengikuti pelajaran. Padahal hari ini merupakan hari pertama masuk sekolah.

METROTANGSEL.COM, Serpong – Ratusan siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ciater 1, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), tidak bisa mengikuti pelajaran. Senin (16/7/2018).

Mereka terpaksa absen karena tak bisa masuk ke lokasi sekolah tempat mereka belajar lantaran pintu gerbang sekolah dan ruang kelasnya digembok oleh ahli waris pemilik lahan tempat bangunan sekolah tersebut berdiri.

Padalah, hari ini merupakan hari pertama masuk sekolah siswa baru dan dimulainya tahun ajaran baru setelah menjalani libur panjang.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Sarbini Lango, ahli waris lahan SD Ciater 01, yang kecewa atas sikap kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel, Taryono dan Kepala Bidang SMP, Muslim, yang tidak mampu memberikan informasi yang pasti terkait informasi Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) secara online.

Bahkan, Sabtu (14/7/2018), Lango bersama orang tua siswa lainnya sempat melakukan aksi protes kepada panitia PPDB di SMPN 11.

“Saya tanya, bisa bantu ngga soal anak- anak yang tidak bisa masuk sekolah, padahal NEMnya ada yang 24, 25, kok ada apa ngga diterima? Ini bisa ngga anak-anak masuk disini (SMPN 11),” tanya Lango kepada kepada Taryono dan Muslim.

Namun, masih kata Lango, saat itu ia kembali menanyakan kepada Taryono dan Muslim. “Ini gmana? Bisa bantu ngga? Kalau bilang bisa ya bisa. Kalau kaga ya kaga, saya tidak akan marah,” tanya Lango lagi menegaskan, seperti yang dituturkannya dalam logat Betawi.

Pada Sabtu (14/7/2018) tengah malam, Lango kembali menghubungi Muslim lewat telepon untuk memastikan kembali soal permintaan bantuan tersebut. Tapi rupanya Muslim pun menyampaikan kekecewaannya.

“Ngapain bang Lango minta tolong sama saya. Kan bang Lango ngedemo. Ya demo aja, jangan minta tolong sama saya,”kata Muslim dalam percakapan telepon seperti dituturkan Lango.

Mendengar ucapan itu, Lango mengaku tersinggung dan seraya mengancam akan menggembok sekolah SD yang berdiri di lahan orang tuanya tersebut.

“Saya lagi pusing bang Lango, ngapain ngehubungin saya. Kalau mau digembok gembok aja, nanti berurusanya sama saya,”kata Lango menirukan ucapan Muslim.

Medengar itu, Lango yang merasa masih punya hak atas lahan tersebut langsung membuktikan ancamannya untuk mengunci seluruh pintu kelas dan pagar sekolah dengan kunci gembok.

“Gembok itu tidak akan saya buka sebelum Taryono dan Muslim datang kesini (rumah Lango) dan meminta maaf atas perkataannya,”tegas Lango saat ditemui metrotangsel.com di rumahnya.  Hingga berita ini dibuat, Taryono dan Muslim belum bisa dikonfirmasi via telpon.  (lan/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here