Ahmad Fauzan Dikenal Sosok Anak yang Sopan dan Pendiam

Erna Diana (kiri) ibu dari almarhum, Ahmad Fauzan.

METROTANGSEL.COM, Bogor – Ahmad Fauzan siswa SMK Sasmita Jaya, yang menjadi korban aksi tawuran, akhirnya meninggal dunia. Selasa (31/7/2018). Fauzan menambah daftar kelam kasus tawuran antar pelajar di wilayah Tangerang Selatan.

Sebelumnya, siswa yang tinggal di Desa Pedurenan, Gunung Sindur, Bogor, ini sempat mendapat perawatan intensif di RSCM Jakarta Pusat, akibat luka dibagian rahangnya yang tertusuk pedang, saat terlibat aksi tawuran.

Berdasarkan informasi yang diperoleh metrotangsel.com di rumah duka, Ahmad Fauzan dikenal sebagai anak yang pendiam.

Erna Diana (37) ibu dari almarhum, bercerita mengenai putra sulungnya. Dimata Erna, almarhum merupakan anak yang pendiam. Bahkan, Erna pun masih tidak percaya atas peristiwa yang menimpa Fauzan.

“Saya kalau pulang kerja dia sudah ada. Dirumah juga jarang keluar, paling kerumah neneknya di Curug. Anaknya itu pendiem, saya juga kaget kok bisa kaya gini,” ujar Erna yang bekerja sebagai buruh di PT Intan Kreasi Jaya.

Untuk memastikan soal prilaku anaknya disekolah, Erna sempat pedagang warung di kantin sekolah yang dating ke rumah menemuinya .

Semalem ada orang kantin datang kesini, saya sempat nanya anak saya seperti apa disekolah, katanya sopan baik, masih gak nyangka aja bisa begini,” ungkap Erna menirukan ucapan si pemilik warung di kantin sekolah.

Sehari sebelum peristiwa mengenaskan menimpa anaknya, Erna menceritakan gelagat keanehan pada putranya itu pada Selasa (31/7/2018) pagi, saat ingin pergi ke sekolah.

“Firasat itu gak ada, tapi waktu hari Selasa itu biasanya pergi sekolah jam 6 pagi gak pernah terlambat. Tapi ini berangkat jam setengah 7 pagi. Saya sempat omongin juga, tapi enggak nyautin kaya udah males begitu. Terakhir juga sempat nganterin adiknya yang kecil ke rumah neneknya, biasanya gak mau. Tapi, ini langsung mau,” tutur Erna.

Erna pun, mengenang sang putra ketika di RS Hermina Serpong. AF yang sempat mendapat pertolongan di RS Hermina Serpong, masih bisa memberikan tanda jempol kepada teman-temannya yang saat itu  menjenguknya.

Namun pada usai menjalankan operasi pencabutan, Ahmad Fauzan mengalami koma. Kondisinya menurun drastis. Selasa (7/8/2018) pukul 18.30 WIB, Fauzan dinyatakan meninggal dunia. (lni/asn)

1 COMMENT

  1. Sebaiknya ke 2 sekolah tersebut di bubarkan
    Karna terindikasi tauran berencana
    Karna dilihat posisi skolah dan TKP berjauhan
    Ini jalan terbaik untuk ketegasan dinas pendidikan tangsel
    Bukti untuk membubarkan cukup kuat
    -lokasi masing2 sekolah jauh dari TKP
    -kedua belah pihak merencanakan di 1 tempat
    – saling membawa sajam
    -korban bukan dari daerah yg biasa dilalui berangkat sekolah
    Ini demi kebaikan kedua skolah tersebut di bubarkan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here