Ini Hasil Pertemuan Dindikbud Tangsel Dengan SMK Sasmita Jaya dan Bhipuri

METROTANGSEL.COM, Serpong – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar pertemuan paska terjadinya tawuran pelajar di wilayah Setu, Tangsel beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan tersebut hadir Kadindikbud Taryono, Kepala SMK Bhipuri Serpong Sutrisno, Kepala SMK Sasmita Jaya 1 Aser Simamora, Kasat Intelkam Polres Tangsel AKP Ferbri Nujam, Ketua Yayasan SMK Bhipuri dan anggota kepolisian Polsek Serpong, Polsek Cisauk dan Polsek Pamulang, Rabu (8/8/2018).

Pertemuan yang digelar di Kantor Dindikbud Tangsel, Gedung III Balai Kota Tangsel tersebut membahas soal pencegahan, agar kedepan tidak ada lagi kejadian tawuran   di Kota Tangsel.

“Sejak kejadian itu, kami dari Pemkot Tangsel terus mengawal dan mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh sebab itu, kami melakukan kegiatan ini,” ungkap Kadindikbud Tangsel Taryono.

Taryono juga akan merencanakan kegiatan yang diakhiri dengan deklarasi agar tidak terjadi tawuran kembali. Dengan bekerjasama dengan Kejari Tangsel, Polres Tangsel serta Pemkot Tangsel.

“Rencananya kami akan mengundang 1000 pelajar dari SMK Sasmita Jaya 1 dan SMK  Sasmita Jaya 2 untuk melakukan deklarasi tersebut. Kami ingin berkontribusi menyangkut kondusifitas siswa di Tangsel,” bebernya.

Pertemuan yang digelar sekitar dua jam lamanya, Taryono mengatakan bahwa kondisi di kedua sekolah tersebut sudah kondusif, sedangkan diluar sekolah Kepolisina akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengamankan sekolah dan jalur-jalur yang rawan.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak Satpol PP agar mengaktifkan kembali penjagaan disaat jam sekolah dan luar sekolah sehingga tidak ada lagi kumpulan-kumpulan orang yang mengakibatkan tawuran,” kata Taryono.

Sehingga, lanjut ia, siswa dapat kembali belajar dengan tenang dan mau berangkat ke sekolah tanpa harus merasa takut terjadi tawuran kembali.

“Intinya kami ingin memastikan bahwa pendidikan di Kota Tangsel akan kembali kondusif dan anak-anak berani berangkat sekolah dan pulang sekolah dengan aman,” jelasnya.

Kepala SMK Bhipuri Serpong, Sutrisno menyambut baik adanya pertemuan ini. Dengan seperti ini, nantinya akan menemukan solusi yang tepat untuk mencegah terjadi tawuran kembali.

“Deklrasi damai kedua sekolah, saya harap cepat dilakukan agar tidak ada korban jiwa kembali. Saya juga berharap, agar awal mula ini bisa terjadi bisa terungkap,” kata Sutrisno.

Sedangkan, Kepala SMK Sasmita Jaya 1 Pamulang, Aser Simamora meyakinkan bahwa yang melakukan aksi tawuran hanya satu orang saja yakni Ahmad Fauzan.

“Saya bisa jamin, hanya ada satu orang yang ikut yakni Ahmad Fauzan,” ungkapnya.

Kasat Intelkam Polres Tangsel, AKP Febri Nurjam menerka adanya keterlibatan alumni dalam aksi tawuran yang memakan korban jiwa Ahmad Fauzan. (lni/asn)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here