Cegah Pemasungan, Dinkes Bentuk Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa

ilustrasi (istimewa)

METROTANGSEL.COM, Setu – Dinas Kesehatan Tangsel membentuk tim pelaksana kesehatan jiwa. Tujuannya  untuk mendukung program pemerintah pusat yakni, Indonesia Bebas Pasung dari. (IBP)

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie melihat, sesuai dengan undang-undang Nomor 23 tahun 1966 tentang Kesehatan Jiwa, pasien dengan gangguan jiwa yang terlantar harus mendapatkan perawatan dan pengobatan di tempat perawatan.

“Pemerintah pusat meminta masyarakat untuk tidak melakukan pemasungan terhadap penderita gangguan jiwa. Seharusnya diserahkan ke rumah sakit jiwa. Makanya Camat dan Lurah agar aktif untuk penanggulangan warga di lingkungannya,” ujarnya, Rabu (8/8/2018) di Puspiptek.

Lebih lanjut, Bang Ben ingin puskesmas dan RSU harus memberikan penanganan untuk penderita kesehatan jiwa ini.

“Untuk penanganan di Kota Tangsel dapat memberdayakan 28 puskesmas yang tersebar. RSU juga harus menyediakan tempat tidur sehingga bisa merawat orang dengan masalah kejiwaan (OMDK). Sementara RSJ merupakan rujukan jika tidak dapat tertangani.

Sementara Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) pada Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Tulus Muladiyono mengatakan, diestimasikan terdapat enam persen atau 106 ribu jiwa dari 1,6 juta penduduk Kota Tangsel alami OMDK.

Menurutnya, hal ini disebabkan sejumlah faktor. Di antaranya, kurangnya komunikasi dengan lingkungan keluarga, dampak negatif teknologi, stres serta persoalan kejiwaan.

“Biasanya memang permasalah di perkotaan tingkat kestresan yang cukup tinggi. Karena kerja maupun lalu lintas yang padat. Macet orang cepat stres,” ujarnya.

Sementara, untuk jumlah orang dengan gangguan kejiwaan (ODGJ) mencapai seribu orang, karena jumlah tersebut masih fluktuatif.

“Banyak yang tidak tterdata. Karena ada juga ODGJ yang disembunyikan pihak keluarganya dengan alasan malu dan menjadi aib. Penanganan awal kami lakukan pengobatan di puskesmas. Jika memang tidak dapat ditangani di puskesmas kita rujuk ke RSJ di Bogor dan Grogol, Jakarta,” tandasnya. (lni/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here