Kasus Tawuran yang Menewaskan Fauzan Mulai Disidangkan Akhir September

METROTANGSEK.COM, Pondok Aren – Kasus tawuran yang melibatkan siswa SMK Sasmita Jaya dengan SMK Bhipuri Serpong hingga menewaskan satu siswa SMK Sasmita Jaya, Ahmad Fauzan mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Tangerang, (29/8/2018) hingga sidang putusan yang dijadwalkan Senin (10/9/2018) mendatang.

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Tangsel, Sobrani Binzar mengatakan terdakwa berinisial FF (18) telah dikenakan Pasal 338 KUHP.

Dimana proses persidangan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sinta Ratnaningsih, telah memeriksa alat bukti dan keterangan saksi serta pemeriksaan terhadap terdakwa.

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Tangsel, Sobrani Binzar

“Kategori yang memenuhi unsur pada Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun. Namun, dalam hal ini pelaku adalah anak-anak jadi hukuman hanya setengahnya yakni 7,5 tahun dan pada Selasa (4/9/2018) terdakwa sudah dituntut 5 tahun penjara,” ujarnya ketika ditemui di Kejari Tangsel, Rabu (5/9/2018).

JPU melihat ada kesengajaan yang mengakibatkan kematian pada korban, yakni terdakwa menggunakan parangnya dan melempar dengan jarak kurang lebih 3 meter yang diarahkan langsung ke muka korban.

“Lain halnya jika ditusuk bukan pada bagian tubuh yang mengakibatkan kematian, dan hari ini (5/9/2018) sidang terkait pembelaan dari kuasa hukum dan melihat hasil pembelaan seperti apa. Apakah jawaban atau replik atas pledoi akan dilakukan hari ini atau jika tidak perlu, maka Senin (10/9/2018) akan diputuskan hasilnya seperti apa,” papar pria yang akrab disapa Banie.

Ia pun menjelaskan dalam persidangan, kasus pun akan terbuka dan dalam putusan Pengadilan tergambarlah apakah anak ini melakukan sendiri ataukah ada pihak lain.

“Karena belum masa penyidikan dan penyelidikan, saya belum boleh bicara namun kami dan Polres Tangsel akan kembali melakukan pengembangan setelah sidang terhadap terdakwa sudah diputuskan,” jelasnya.

Sebelumnya diketahui, terdakwa dijemput oleh pamannya dan diajak bersembunyi di daerah Lido, Sukabumi. Setelah 10 hari, akhirnya keluarga pelaku menyerahkan kepada Polres Tangsel pada Jumat (10/9/2018) lalu. (lni/asn)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here