Jaksa Masuk Sekolah : Yuuk, Kenali Tentang Hukum dan Jauhi Hukuman

METROTANGSEL.COM, Pamulang – Perkembangan psikologi di kalangan remaja, terutama para pelajar banyak dihinggapi berbagai macam persoalan.

Mulai dari pengontrolan perasaan emosi dan menunjukan jati diri yang berakibat pada aksi tawuran meski dipicu dari persoalan sepele.

Ditambah lagi soal peredaran narkoba yang  sudah merambah dunia pendidikan dengan sasaran para pelajar.

Untuk menghindari itu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangsel kembali melanjutkan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di Aula SMPN 4 Tangsel, Selasa (18/9/2018).

Mengusung tema “Kenali Hukum Jauhi Hukuman” sebanyak 200 siswa dari SMP yang tergabung di Gugus 04 ini antusias mendengarkan pemaparan dari Kajari Tangsel, Bima Suprayoga, Kasi Intelejen Kejari Tangsel Setyo Adhi Wicaksono dan Kasi Pidana Umum Kejari Tangsel Sobrani Binzar.

Turut hadir pula, Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel Taryono serta Kepala SMPN 4 Tangsel Rita Juwita.

Dalam sesi tanya jawab beberapa siswa menanyakan, mengenai sanksi hukum yang berlaku jika tertangkap narkoba.

Salah satunya Ijal siswa Kelas IX SMPN 4 Tangsel yang menanyakan sanksi hukum yang menjerat jika kedapatan mengkonsumsi Narkoba.

Melihat itu, Kejari Tangsel Bima Suprayoga sangat mengapresiasi pertanyaan dari para siswa.

Menurutnya, JMS hadir untuk mengenalkan hukum serta bahaya pencurian, korupsi, narkoba, tawuran dan lain sebagainya, dengan tujuan menjauhi hukuman.

“Termasuk bahaya tentang maraknya narkoba yang saat ini bisa ditemukan pada permen narkoba. Kami ingin edukasi generasi penerus agar dapat menjauhi kenakalan remaja dan mengenali hukum, sehingga masa depan tidak terganggu,” paparnya.

Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie juga menjelaskan adanya sanksi dan ganjaran jika melanggar aturan.

“Hidup ini penuh dengan aturan, yang jika dipenuhi hidup kita menjadi teratur. Dari lahir hingga meninggal dunia dan tujuan hidup kita adalah menaati aturan yang berlaku dan Kejari Tangsel disini menjelaskan aturan-aturan yang berkaitan dengan hukum,” imbuh Ben.

Sementara itu, Kepala Dindikbud Tangsel, Taryono menyatakan bahwa program JMS ini sangat positif bagi siswa agar mereka bisa tahu secara langsung persoalan-persoalan hukum yang harus dihindari.

“Jadi anak-anak mengerti apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan. Apa konsekuensi jika melanggar aturan untuk membangun generasi cerdas yang anti kekerasan, anti penyalagunaan narkoba, anti penyalahgunaan internet,” beber Taryono.

Sedangkan, Kepsek SMPN 4 Tangsel, Rita Juwita sangat berterima kasih dengan adanya JMS ini, karena para siswa dapat bimbingan hukum di Indonesia.

“Saya berharap anak-anak serta guru mendapatkan bimbingan dan mengerti soal hukum, khususnya narkoba yang dapat merusak generasi penerus bangsa. Kami berharap para siswa bebas dari narkoba dan ini juga menjadi motivasi bagi anak-anak terhadap profesi Jaksa,” ujarnya. (lni/asn)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here