Bawaslu Tangsel : Masyarakat Jangan Dijadikan Subjek atau Objek Pelanggaran Pemilu

METROTANGSEL.COM, Serpong – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus berupaya meningkatkan partisipatif masyarakat untuk bisa mencegah terjadinya pelanggaran-pelanggaran yang terjadi diajang pesta demokrasi tahun depan.

Salah satu upaya yang dilakukan Bawaslu, yakni membuat nota kesepahaman memorandum of understanding (MoU) dengan 58 organisasi kepemudaan, organisasi non pemerintah, pelajar dan mahasiswa serta lembaga keagamaan yang ada di Kota Tangsel.

Ketua Bawaslu Kota Tangsel Muhamad Acep mengatakan, dari kegiatan tersebut merupakan langkah partisipatif untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang hal-hal yang bisa masuk ke dalam katagori pelanggaran Pemilu.

Dengan adanya MoU itu, Bawaslu Tangsel juga berharap masyarakat nantinya tidak menjadi subjek atau objek pelanggaran Pemilu 2019 nanti.

“Teman-teman dari berbagai organsiasi yang hadir ini kita berikan pemahaman soal pelanggaran Pemilu. Dengan harapan mereka nantinya jangan sampai menjadi objek dan subjek pelanggaran oleh para peserta Pemilu,” kata Acep di Bupe Resto, Serpong, Kamis (20/9/2018).

Acep jelaskan, pemahaman kepemiluan itu sangat penting dilakukan agar diketahui oleh masyarakat luas. Karena sampai saat ini masih banyak masyarakat yang belum paham atau belum mengerti tentang jenis-jenis pelanggaran Pemilu.

“Apalagi dalam pelanggaran pemilu ada juga yang masuk ke dalam katagori pidana, hal ini yang banyak belum diketahui. Jadi disinilah kita berharap organisasi yang hadir bisa memberikan edukasi juga kepada masyarakat luas,” tandasnya. (jpn/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here