Kalah Adu Penalti, Perjuangan Tim GSI Banten Patut Diacungi Jempol

METROTANGSEL.COM, Bola – Pertandingan final yang ditunggu-tunggu dalam ajang Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat Nasional antara tim GSI Banten yang diwakili GSI Tangsel melawan tim GSI Jawa Timur (Jatim) berlangsung seru, di Stadion Madya, Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu (20/10/2018).

Tim GSI Banten, yang mendapat dukungan dari Kadindikbud Tangsel Taryono, Sekda Tangsel, Muhamad dan ratusan penonton harus mengakui tim GSI Jatim melalu drama adu penalti dengan skor 3-4. Setelah kedua tim bermain imbang 0-0 di waktu 2×20 menit dan perpanjangan waktu 2×5 menit.

Jalannya pertandingan di babak pertama, sebenarnya dikuasi oleh para pemain GSI Banten. Beberapa kali peluang tercipta, melalui tendangan bebas. Namun belum bisa dikonversikan menjadi gol.

GSI Jatim yang unggul postur tubuh, mencoba bermain dengan disiplin. Kadang, pemain GSI Banten harus mendapat perawatan dari tim medis, akibat permainan keras yang dilakukan GSI Jatim.

Babak pertama, meski dikuasi oleh GSI Banten tak ada gol yang tercipta dan membuat skor kacamata 0-0 menyudahi babak pertama.

Di babak kedua, permainan kembali alot. GSI Jatim tak kenal lelah bermain sangat disiplin. Para pemain GSI Jatim jatuh bangun demi menghalau serangan yang dibangun GSI Banten.

GSI Banten setidaknya mempunya dua peluang emas. Namun, lemahnya penyelesaian akhir menjadi kendala pasukan dari pelatih Suwandi.

GSI Jatim juga sempat mengancam pertahanan GSI Banten yang dikawal Herjun CS. Namun, ketenangan pertahanan Herjun mampu menghalau serangan tersebut.

Tak ada gol yang tercipta hingga wasit meniup peluit panjang berakhir, sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu 2×5 menit.

Dalam 2×5 menit, tim GSI Banten maupun GSI Jatim tak juga mencetak gol dan skor 0-0 berakhir. Pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti.

Ribuan penonton yang memadati Stadion Madya, GBK tertuju ke drama adu penalti. Mala petaka hadir bagi kubu GSI Banten.

Cita-cita mereka untuk terbang ke Turin untuk berlatih di klub raksasa Juventus dan bertemu sang mega bintang Cristiano Ronaldo pupus. Ketika dikalahkan GSI Jatim di babak adu penalti dengan skor 3-4.

Tangis pun pecah, official tim GSI Banten dan para pemain tak henti-hentinya menangis atas kegagalannya meraih juara.

Namun pelatih GSI Banten, Suwandi mengapresiasi semangat juang para pemainnya. Menurutnya, para pemain perlu diacungi jempol.

“Saya bangga sama pemain. Semangat juang mereka, pantang menyerah mereka dalam bermain sudah bisa sampai disini. Mereka pemain hebat, sekali lagi saya bangga sama pemain saya,” tutur Suwandi.

Sementara itu Manager tim GSI Banten, Rita Juwita mengatakan, jangan pernah putus asa. Para pemain GSI Banten, nantinya akan dipilih untuk menjalani beasiswa sepak bola di Belanda maupu Inggris.

“Ini hanya faktor keberuntungan saja. Mereka (GSI Jatim) di adu penalti sudah berpengalaman. Tetep semangat anak-anak, kegagalan bukan akhir dari segalanya. k

Karena akan diambil 30 orang terbaik dari empat tim terbaik akan disekolahkan sepak bola oleh Kemendikbud ke Belanda atau Inggris selam satu tahun,” papar Rita.

Sedangkan, Kadindikbud Tangsel Taryono mengacungi jempol kepada para pemain. Dengan hasil ini, mereka sudah membanggakan Banten dan juga Tangsel.

“GSI adalah kegiatan positif untuk menjadikan sekolah itu asyik dan menyenangkan.

Alhamdulillah Tangsel yang membawa nama Banten, tampil luar biasa . Nama Banten dan Tangsel menggelora di Stadion Madya, GBK, Jakarta. Terima kasih kepada senua pihak yang telah mendukung GSI Tangsel,” bebernya.

Perlu diketahui, GSI Banten yang meraih runner-up mendapat uang pembinaan dari Kemendikbud sebesar Rp 100 juta. Para pemain juga akan mengantongi uang saku sebesar Rp 3 juta dari GSI dan juga mendapat uang saku dari Provinsi Banten sebesar Rp 3,5 juta.

Dan, GSI Banten maupun warga Tangsel juga patut berbangga. Pengatur permainan GSI Banten sskaligus kapten tim, Aditya Daffa Al Haqi siswa SMPN 11 Tangsel mendapat predikat gelandang terbaik dan mendapat Rp 5 juta. (lni/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here