208.800 Batang Rokok Ilegal Diamankan Bea Cukai Tangerang

METROTANGSEL.COM, Pondok Aren – Rokok ilegal yang tidak memiliki pita cukai dan berpita cukai palsu, berhasil diungkap Bea Cukai Tangerang.

Dalam ungkap kasus pada bulan Agustus lalu, Bea Cukai Tangerang berhasil mengamankan 208.800 batang rokok dengan tiga merk dan mengamankan salah satu pelaku yang akan berjualan di Kelurahan Jelupang, Kecamatan Serpong Utara.

Kepala Kantor Bea Cukai Tangerang Aris Sudarminto, mengatakan, bahwa kasus peredaran rokok ilegal yang terjadi di wilayah pengawasan Bea Cukai Tangerang mengakibatkan potensi kerugian Negara sebesar kurang lebih Rp 80 juta.

“Berdasarkan proses penelitian oleh Petugas Bea dan Cukai, dapat diduga bahwa yang bersangkutan telah melakukan tindak pidana di bidang Cukai yaitu menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai Iainnya,” ujar Aris pada saat press conference di Kantor Kejari Tangsel, Rabu (24/10/2018).

Lanjutnya, petugas sementara baru berhasil mengatakan tersangka berinisial A yang mengaku dapat barang tersebut dari distributor di daerah Bogor.

“Dan untuk yang di Bogor juga masih dalam pengembangan kami,” ujarnya.

Kasus ini kemudian dianjutkan dengan proses penyidikan oleh PPNS Bea Cukai Tangerang dengan menerbitkan Surat Perintah Tugas Penyidikan (SPTP) dan Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (PDP) ke Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan.

“Kepada yang bersangkutan dinyatakan sebagai tersangka dan barang tegahan berupa rokok dan sarana pengangkut disita guna kepentingan pembuktian di Pengadilan,” ujarnya.

Atas kasus tersebut, pelaku melanggar ketentuan di bidang Cukai sesuai pasal 54 dan/atau pasal 56 Undang-undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Undangundang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai dan diancam hukuman pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Lanjutnya, kasus tersebut kemudian dianjutkan dengan proses penyidikan oleh PPNS Bea Cukai Tangerang dengan menerbitkan Surat Perintah Tugas Penyidikan (SPTP) dan Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (PDP) ke Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan.

“Kepada yang bersangkutan dinyatakan sebagai tersangka dan barang tegahan berupa rokok dan sarana pengangkut disita guna kepentingan pembuktian di Pengadilan,” ujarnya.

Sementara, Kajari Tangsel Bima Suprayoga, mengatakan saat ini status berkas perkara saat ini telah dinyatakan lengkap.

“Berdasarkan surat nomor B-2004/O.6.16/Fd.2/10/2018 tanggal 17 Oktober 2018 berkas perkara dinyatakan lengkap dan mulai tahap penyidikan,” ujar Bima.

Perlu diketahui target penerimaan Cukai (khususnya Hasil tembakau) pada tahun 2018 senilai Rp 148,23 Triliun. Bea Cukai terus mengoptimalkan pengawasan terhadap Barang Kena Cukai tersebut, selain pelayanan di bidang Cukai tentunya.

Diharapkan bersama dengan peran serta masyarakat yang sadar akan pentingnya mencegah peredaran barang ilegal dalam hal ini rokok, dapat membantu efektivitas kerja Bea Cukai hingga senantiasa mewujudkan Bea Cukai yang semakin baik. (lni/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here