Polri dan Bawaslu Gelar Sosialisasi Pemilu Damai di Kampus UPH

METROTANGSEL.COM– Universitas Pelita Harapan Bekerja Sama dengan POLRI dan Bawaslu mengadakan acara Sosialisasi “Peran Mahasiswa Menuju Pemilu Aman, Damai, dan Sejuk Demi Terwujudnya Negara Kesatuan Republik Indonesia” di Grand Chapel Universitas Pelita Harapan, Lippo Village, Tangerang, Selasa, (27/11/2018).

Pendiri Lippo Group Dr (HC) Mochtar Riady hadir dalam sosialisasi ini. Kadiv Humas POLRI Brig.Jend. Pol. Mohammad. Iqbal dan Rektor Universitas Pelita Harapan Dr. (Hon) Jonathan L. Parapak memberikan kata sambutan kepada seluruh mahasiswa yang hadir.

Karo Bin Ops Baharkam Polri Brigjen Pol. Drs. Eddy S. Tambunan, M.Si. Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia Fritz Edward Siregar, S.H., LL. M., Ph.D., Dosen Universitas Pelita Harapan (UPH) Dr. Naniek N. Setijadi, S.Pd., M.Si., hadir sebagai pembicara.

Polisi sangat berharap peran mahasiswa untuk menciptakan pemilu legislatif atupun pemilu presiden dan wakil presiden berjalan aman damai dan kondusif dimulai dari diri sendiri ujar Kadiv Humas POLRI Brig.Jend. Pol. Mohammad. Iqbal.

“Ada pihak yang ingin menang pihak lain pun ingin menang. Tapi sebagai mahasiswa anda harus melihat jernih dan menunjukkan sifat intelektual nya bahwa yang terpenting dibalik semua itu adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia” tukas M. Iqbal.

Jangan sampai, lanjut M. Iqbal, mahasiswa terprovokasi aksi-aksi negatif. Karena itu, ia berharap kaum muda menjadi agen pembawa pemilu yang sejuk dan sopan, apalagi mahasiswa sudah memiliki hak suara. Ia mempersilakan pilihan hati nurani masing-masing. “Namun prinsipnya, saya tegaskan lagi, untuk di dunia maya, jangan ada mahasiswa yang membuat ujaran kebencian atau hoaks”.

Sementara Rektor UPH, Dr. (Hon) Jonathan L. Parapak menjelaskan, kunjungan pihak Polri ke kampus memberikan pencerahan kepada para mahasiswa dan ada juga siswa sebagai langkah persiapan menjelang pilpres dan pileg 2019 agar lebih matang lagi sehingga UPH bisa berperan ciptakan pemilu yang sejuk dan aman.

“Pendidikan kami di UPH ini holistik dan transformatif sehingga mampu menciptakan perubahan yang baik dengan pendidikan berkarakter. Mahasiswa dan siswa perlu melewati proses demokrasi yang sesuai jalur dan jangan sampai proses ini tergganggu karena adanya orang-orang bicara hoaks dan ujaran kebencian. Kampus UPH jauh dari hal itu,” ungkapnya.

Ia meyakini mahasiswa UPH mampu mempraktekkan apa yang didapat di bangku kuliah dalam kehidupan yang nyata. Mereka diharapkan menjadi juru kampanye pemilu damai, aman, dan sejuk serta kondusif. Di lingkungan UPH tak ada kampanye dari salah satu pasangan calon capres dan cawapres.

“Namun kami juga mendorong mahasiswa agar jangan golput dan menggunakan hak pilihnya. Karena kita bagian dari bangsa ini yang tengah menuju bangsa besar dari segala aspek termasuk sistem politik pembangunan bangsa ini dengan 4 pilar negara. Mari kita wujudkan Indonesia sebagai bangsa yang bermartabat dan besar,” tutupnya. (ger/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here