Warga Tangsel Sepakat Menolak Tempat Ibadah untuk Kampanye Politik

foto : dem

METROTANGSEL.COM, Serpong Utara – Sejumlah tokoh masyarakat dan agama bersama jajaran Muspida Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mendeklarasikan penolakan kampanye di tempat-tempat ibadah.

Deklarasi tersebut dilakukan di tiga lokasi tempat ibadah yang berada di Kecamatan Serpong Utara. Yakni,  di Masjid Asmaul Husna, Gereja Santo Laurensia dan Klenteng Khong Hu Cu.

“Masyarakat maupun stakeholder yang ada di Tangsel harus menjaga keamanan dan kondusifitas wilayah. Agar tidak terjadi gesekan,” kata Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany, yang juga hadir di deklarasi itu.

Airin juga berharap pemilu 2019 ini, kerukunan antar masyarakat bisa tetap terjaga. Termasuk tempat ibadah jangan dijadikan ajang untuk kampanye politik.

Kepala Kantor Kemenag Tangsel Abdul Rojak menyampaikan, memasuki tahun politik rumah ibadah harus dijaga betul agar tidak dijadikan sarana kampanye para partai politik.

“Harus betul-betul rumah ibadah tidak masuk ke ranah politik. Inilah yang harus kita jaga, tidak dijadikan sarana kampanye untuk kepentingan partai politik dan kepentingan lainnya,” ucapnya.

Rojak berharap, tahun politik khususnya di Tangsel dapat berjalan dengan damai dan lancar. Tak hanya itu, Rojak berpesan kepada para tokoh-tokoh agama agar dapat menjaga rumah ibadahnya.

“Saya harap, mudah-mudahan di Tangsel rumah ibadahnya dijaga oleh tokoh agama dan pengurusnya, agar betul-betul rumah ibadah tidak dijadikan tempat politik,” harap Rojak.

Muhamad Acep

Ketua Bawaslu Kota Tangsel Muhamad Acep mendukung sekaligus menyempaikan rasa terima kasihnya atas terselenggaranya kegiatan deklarasi yang diinisiasi oleh Dandim dan Kapolres tersebut demi terciptanya Pemilu yang aman dan nyaman.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Sebab sesuai dengan undang-undang No. 7  Tahun 2017, pasal 280 ayat 1 huruf H,  bahwa  tim kampanye, pelaksana kampanye, dan peserta kampanye dilarang melakukan kegiatan kampanye di tempat fasiltas pemerintah, tempat pendidikan dan rumah ibadah,” ungkap acep.

Deklarasi itu dihadiri Wali Kota Tangerang Selatan ( Tangsel), Airin Rachmi Diany, Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan, Dandim 0506 Tangerang, Letkol Inf. Faisol Izudin Kepala Kemenag Tangsel, Abdul Rojak, Ketua KPU Tangsel, Bambang Dwitoro dan Bawaslu Tangsel, Muhammad Acep. (asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here