Pemkot Maksimalkan Pembangunan Turap di Wilayah Rawan Longsor

Kampung Koceak, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, yang mengalami tanah longsor beberapa waktu lalu. (foto dok. besttangsel)

METROTANGSEL.COM, Setu -Tingginya intensitas hujan yang melanda sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kota Tangerang Selatan hingga saat ini diyakini bisa memicu terjadinya kerawanan longsor. Wilayah Kecamatan Setu, Ciputat, Serpong maupun Pamulang diindikasikan menjadi daerah rawan.

Mengantisipasi adanya korban jiwa yang menimpa warga, maka Pemkot Tangsel akan memaksimalkan pembangunan turap di daerah terindikasi rawan longsor tersebut. “Setu, Serpong, Ciputat dan Pamulang itu titik rawan longsor,” kata Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, Kamis (2/5/2019).

Menurut Bang Ben, sapaan akrab Benyamin, daerah rawan longsor memiliki kemiringan tebing tanah hingga 90 derajat. Sehingga, lanjut dia, saat terjadi hujan deras sangat rawan ada pergeseran tanah yang mengarah kepada longsor, dengan air berwarna cokelat.

“Maka warga yang rumahnya berada di bawah tebing itu diminta segera melapor ke petugas tekait jika melihat kondisi tanah demikian. Warga juga bisa melaporkan kepada pemkot melalaui Dinas Pekerjaan Umum sehingga bisa segera dilakikan penurapan,” tegasnya.

DPU sendiri menurut Bang Ben memiliki tiga Unit Pelaksana Tekhnis (UPT), dengan salah satu tugas utamanya penanggulangan banjir dan longsor. “Untuk besaran anggaranya bisa ditanyakan ke dinasnya,” tuntasnya. (sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here