Isi Kegiatan Ramadhan, Milenial di Tangsel Lebih Pilih Sanlat Dibanding SOTR

METROTANGSEL.COM, Serpong – Kalangan pelajar dan remaja milenial di wilayah Kota Tangsel dilarang keras mengadakan konvoi Sahur on The Road (SOTR) selama bulan Ramadan. Pasalnya, SOTR dikhawatirkan menimbulkan kerawanan aksi kriminal.

“Daripada kenapa-kenapa saat mau SOTR, mendingan tidak usah. Enaknya sahur di rumah saja bersama keluarga besar. Tidak perlu keluyuran malam-malam meski diajak teman sekolah sekalipun,” tutur Muhamad Zidan Asyauqif, pelajar kelas 2 SMAN 12 Tangsel, kepada metrotangsel.com, Senin (6/5/2019).

Menurut Zidan, panggilan akrabnya, SOTR biasanya suka dilakukan oleh teman-teman di lingkungan rumahnya. Untuk sekolah sendiri, biasanya kata Zidan, sudah ada program Ramadannya seperti Pesantren Kilat, sehingga tidak ada yang akan melakukan SOTR.

“Ada program Ramadanya sudah disiapkan sekolah,” aku remaja jurusan IPS II ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel, Taryono juga sudah mengeluarkan imbauan.

Ia mengingatkan seluruh kepala sekolah agar memperketat pengawasan terhadap kegiatan siswanya selama Ramadan.

“Kalau konvoi naik motor keliling tidak boleh. Itu menyalahi aturan, karena mereka enggak punya SIM, dan kedua memang dilarang. Bahkan membangunkan saur juga tidak boleh,” ujarnya, Minggu (5/5/2019)

Jika ditemukan pelajar Tangsel nekad SOTR, mantan Sekretaris Dinas Perhubungan itu tidak segan memberikan teguran kepada kepala sekolahnya langsung.

“Kalau acaranya di sekolah, seperti acara pengajian, dan santunan kepada fakir miskin, itu enggak apa-apa. Ya boleh saja, itukan bagus untuk membangun kepedulian siswa. Tapi kalau konvoi tidak boleh,” paparnya.

Terpisah, Kepala SMAN 2 Tangsel, Neng Nurhemah mengaku sekolahnya sudah memiliki agenda rutin pengajian dan pesantren kilat selama ramadan. Untuk SOTR sendiri, siswa Moonzher kata Neng, tidak pernah melakukannya.

“Alhamdulillah kalau Moonzher Tangsel tidak pernah adakan SOTR. Kami biasanya banyak kegiatan di sekolah saja selama Ramadan seperti Pesantren Kilat (Sanlat) Kegiatan siswa juga dipantau langsung oleh semua guru termasuk saya sendiri,” tutur Neng. (sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here