Pasutri Pengedar Sabu Senilai Rp 1,5 Miliar Terancam Hukuman Mati

METROTANGSEL.COM, SERPONG – Aparat satuan Reserse Narkoba Polres Tangerang Selatan (Tangsel) berhasil meringkus dua pengedar narkotika jenis sabu seberat 1 kg bernilai Rp 1,5 miliar Selasa (7/5/2019). Pasangan yang diduga suami istri tersebut kini terancam hukuman mati.

Dari tangan dua tersangka ini, petugas mengamankan barang bukti sabu dengan total 1.023 gram. Jika dihitung berdadarkan harga pasar gelap, per 1 gram seharga Rp 1,5 juta, maka totalnya seharga Rp 1.534.500.000.

Kedua tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati.

Wakapolres Tangsel Kompol Arman didampingi Kasat Reserse Narkoba, AKP Wisnu Putranto, saat memimpin rilis di Mapolres Tangsel, menyebutkan kedua tersangka berinisial VH (25) dan AH (20). Keduanya merupakan warga Kalideres, Jakarta Barat dan ditangkap di dekat tempat tinggalnya di wilayah Kalideres.

Barang Bukti Sabu

Penangkapan mereka merupakan pengembangan kasus pengedaran narkoba di wilayah Serpong. Keduanya juga ditangkap di waktu hampir bersamaan pada Kamis (2/5/2019) lalu.

“Dari tersangka AH ditemukan barang bukti 5 gram sabu. Sedangkan dari tangan tersangka VH, berhasil ditemukan barang bukti 1.018 gram. Penangkapan VH sendiri merupakan pengembangan bukti dari tersangka AH,” ujar Arman.

Arman menjelaskan, kedua pelaku mengedarkan sabu di Jakarta Barat dan sekitarnya dan berdasarkan pengakuan tersangka, mereka baru mulai mengedarkan barang haram itu awal Februari.

Wisnu menjelaskan, kedua tersangka itu menjual sabu kepada siapa saja yang mereka yakini sebagai pemakai berdasar naluri sebagai pengedar.

Namun kepolisian lebih pintar, karena penangkapan yang berawal dari tersangka Alvin adalah hasil menjebak dengan pura-pura membeli. “Kita melakukan transaksi terselubung terhadap tersangka itu,” ujar Wisnu.

Ditanya apakah dua tersangka merupakan pasangan suami istri, Wisnu mengaku kemungkinan itu bisa saja terjadi, meski kedua tersangka menampik pasangan suami istri. “Katanya bukan suami istri. Tapi kemungkinan bisa saja,” aku Wisnu. (sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here