Aksi Pengamen Punk Bikin Pengguna Angkot Jantungan

METROTANGSEL.COM, Serpong- Aksi mengamen sekumpulan anak punk yang kerap berseliweran di angkot jurusan BSD-Serpong, membuat sejumlah penumpang angkot maupun pengguna jalan jantungan. Sebabnya, saat beraksi mengamen, mereka seperti hendak melakukan pemalakan.

Wajah dan badan penuh tindikan serta tato, juga menjadi alasan pengguna angkot jantungan. Mereka khawatir akan menjadi korban tindakan kekerasan maupun kejahatan lain dari aksi pengamen punk ini.

“Mereka itu tidak seperti ngamen. Tapi maksa minta dikasih duit. Bikin jantungan kalau sudah ada anak punk ngamen,” ungkap Imas Alzia, salah seorang pengguna angkot jurusan BSD-Tangerang.

Kata dia, lebih mengkhawatirkan lagi, mereka kalau ngamen tidak pernah sendirian. Selaku bergerombolan.

“Masa dalam satu angkot ada enam orang punk ngamen. Mereka gantian naiknya. Satu turun, naik yang lain. Jadinya gimana gitu. Ga dikasih mereka maksa. Dikasih juga lumayan sering dan banyak. Kesal sih jadinya,” tuturnya sewot.

“Permisi bapa-bapa ibu-ibu, teteh-teteh, kaka-kakak. Permisi ya, kami di sini mencari rezeki seribu dua ribunya ya. Daripada kami menodong mencopet amit-amit ya,” kata pengamen itu yang kemudian dilanjutkan dengan bernyanyi dengan lirik tak jelas sambil tepuk tangan,”ucap Imas menirukan.

Terpisah, Kasie Anak dan Lanjut Usia (Anlu) Dinas Sosial Tangsel, Tedi Rehsos mengatakan, akan segera menindaklanjuti hal ini. Meskipun, kata dia, razia atau penjaringan kewenangan dari Satpol PP Tangsel.

“Dinsos hanya menerima hasil dari razia untuk dibina. Tapi kita akan kordinasi dengan Satpol PP untuk masalah ini, dan akan memantau langsung wilayah yang dikabarkan pengamen punk yang meresahkan ini. Kita juga sebenarnya sering ke lapangan memantau anak-anak jalanan lainnya,” ungkapnya kepada metrotangsel.com, Kamis (16/5/2019).

Terkait jam operasional pengamen punk, Tedi tidak menampik jika siang maupun sore hari mereka ini tidak beraksi. Dan biasanya aksi mereka baru dilakukan menjelang malam. “Kalau siang takut dirazia atau ada penjaringan,” tandasnya.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here