BKPM dan Pemkot Tangsel Gelar Market Sounding Proyek Pembangunan PLTSa Cipeucang

METROTANGSEL.COM, Serpong – Sampah merupakan salah satu permasalahan yang serius bagi kota-kota besar karena peningkatan jumlah sampah tanpa pengelolaan yang tepat menjadi tantangan utama bagi Pemerintah Daerah.

Untuk menjawab tantangan tersebut Pemerintah telah memilih skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha atau KPBU sebagai salah satu bentuk pembiayaan strategis serta terobosan untuk mendukung pembangunan infrastruktur pengelolaan persampahan yang dapat mengurangi permasalahan sampah perkotaan.

Pada Senin (20/5/2019), Badan Koordinasi Penanam Modal (BKPM) dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel)  menggelar kegiatan market sounding Proyek Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Cipeucang, Tangsel di Ruang rapat merdeka 1-2 Assembly Hall Swiss-Belhotel Intermark Indonesia, Serpong, Senin (20/5).

Proyek PLTsa Kota Tangsel ini termasuk dalam 12 Kota Prioritas Nasional yang tercantum dalam Perpres No. 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

Lagi, Dua Kelompok Warga di Ciputat Terlibat Aksi Tawuran

“Total kebutuhan investasi Proyek ini sekitar 119 juta USD serta Internal Rate Return (IRR) sekitar 10% dengan masa konsesi selama 20 tahun dan pengembalian investasi dengan menggunakan skema tipping fee sebesar Rp. 650.000/ton dengan penjaminan (Government Guarantee) dari PT. Penjamin Infrastruktur Indonesia (PT. PII).”ungkap Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM, Ikmal Lukman.

Lukman menjelaskan, Market Sounding ini bertujuan untuk mendapatkan masukan (feedback) dari pasar terhadap bentuk kerjasama yang ditawarkan, disamping untuk menyampaikan keberadaan proyek ini kepada pasar.

Feedback dimaksud tidak saja dari sisi teknis tetapi juga sisi keuangan, sosial dan lingkungan bahkan alokasi risiko yang ditawarkan. Selanjutnya feedback tersebut akan menjadi masukan dalam penyempurnaan Outline Business Case (OBC)

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, menyampaikan,  bahwa meningkatnya produksi sampah di Kota Tangerang Selatan menyebabkan sampah tidak dapat ditangani semuanya sehingga tidak dapat ditampung di TPA.

Baperjakat Siapkan Sanksi Bagi Oknum Pejabat yang Lakukan Pemukulan

“Karena kondisi TPA yang sudah overload maka diperlukan alternatif teknologi pengolahan sampah. Sebagai langkah upaya tersebut, dengan masuknya Kota Tangerang Selatan dalam Perpres No.35 tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan (PLTSa) diharapkan dapat menangani permasalahan sampah yang ada di kota Tangerang Selatan secara keseluruhan” terangnya.

Diharapkan kegiatan Market Sounding ini selain untuk menerima masukan dalam penyempurnaan OBC dan menjadi usulan penyusunan FBC juga untuk menjajaki sejauh mana minat investor terhadap pembangunan PLTSa di Kota Tangsel. (*rls/asn)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here