Layaknya Pesawat Berawak, Terbangkan Drone Perlu Security Clearence

METROTANGSEL.COM, BSD – Salah satu juri Sinar Mas Land Drone Competition 2019, Agung Sasongkojati yang menjabat Wasekjen Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia, berpandangan, bagi komunitas atau masyarakat yang gemar menerbangkan drone (pesawat tanpa awak), ada banyak hal yang harus dipahami.

Salah satunya ijin menerbangkan drone dan kawasan mana saja yang diperbolehkan dilintasi.

Hal ini penting, kata dia, mengingat drone sudah selayaknya pesawat. Sayangnya, aturan pada pelanggaran drone di Indonesia sendiri belum maksimal.

Karena itu, dia berharap melalui kompetisi ini, peserta bisa mengerti dan mengetahui segala aspek baku sebelum menerbangkan drone.

“Terbang di Indonesia harus menggunakan izin atau security clearence. Ini yang belum banyak diketahui para pengguna drone. Semoga dengan mengikuti acara ini, para peserta semakin tahu aturan yang ada,” ucap Agung.

Sinar Mas Land Drone Competition 2019, Jadi Penghuni Baru di Kawasan Smart Digital City

Dia menyarankan, bagi siapapun yang memiliki hobi mengendalikan drone, baiknya bergabung dalam sebuh komunitas resmi seperti FASI.

Hal ini untuk mempermudah perijinan saat akan beraksi. Untuk komunita sipil, sambung dia, menerbangkan drone tidak bisa sembarangan. Selain areal terbang yang sangat terbatas, ijinnya bisa dikatakan susah.

“Jadi sebaiknya memang bergabunglah dengan komunitas resmi. Dan kalaupun mau terbangkan diri, tidak bisa sendirian. Minimal harus ada yang mengawasi atau menemani layaknya co pilot. Ini juga harus dipahami bersama,” tegas dia.

Praktisi drone, Bram Aditya, menambahkan pengguna drone harus memahami peraturan yang ada. Selain itu, pengguna drone wajib mengerti karakteristik drone itu sendiri.

“Untuk menerbangkan drone harus mengerti aturan penerbangan yang ada. Selain itu juga keamanan dan keselamatan drone serta pihak lain, selalu terlihat, dan bertanggung jawab,” ujar Bram.

Antisipasi Aksi Kriminalitas di Malam Hari, Sat Lantas Gelar Patroli Gabungan Skala Besar

Sebagai contoh, Bram menyebut hal yang harus diperhatikan setiap selesai melakukan penerbangan adalah mengecek drone. Kemudian drone diperiksa kembali sebelum melakukan penerbangan berikutnya.

Pada kesempatan sama, Kemal Pahlevi menyarankan agar peserta tidak hanya pandai mengendalikan drone. Mengingat ini adalah kompetisi untuk menyebarluaskan perkembangan kawasan BSD City, baiknya peserta membuat video nya dengan sangat apik juga.

Menurutnya gambar video yang diproduksi nant harus memiliki story board, sehingga punya bahasan materi yang jelas dan menjadi tontonan menarik.

“Jadi tidak ujug-ujug ada gambar video tapi isinya garing. Objek video yang diambil harus dijelaskan dengan gamblang oleh peserta. Jadi tidak hanya gambar toh isinya,” kata Kemal memberikan bocoran.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here