“Bale Kohana” Rumah Anti Gempa Inovasi Terbaru BPPT

Bale Rohana

METROTANGSEL,COM, Setu – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) meluncurkan purwarupa rumah tahan gempa yang disebut Bale Kohana. Rumah ini bisa bersifat permanen dan bisa dibongkar pasang untuk daerah rawan gempa.

“Kita memang harus semakin siap karena Indonesia ingin menjadi negara yang tangguh bencana,” kata Kepala BPPT Hammam Riza dalam peluncuran prototipe Bale Kohana di Pusat Teknologi Material, Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (22/5).

dok. TN

Dalam menghadapi rawan bencana hidrometerologi dan geologi, Indonesia harus siap dalam upaya mitigasi dan adaptasi terhadap bencana.

Untuk mendukung itu, BPPT melakukan pengkajian dan penerapan teknologi serta mengusung program prioritas pengembangan teknologi kebencanaan.

BPPT memandang diperlukan adanya suatu Inovasi teknologi bangunan rumah tahan gempa yang meliputi desain, konstruksi, material, pengujian struktur untuk menghasilkan bangunan tahan gempa. Rumah itu senilai Rp 170-Rp 175 juta.

BPPT telah berhasil membangun rumah tahan gempa mulai dari tahapan desain, konstruksi, material, pengujian dan struktur untuk menghasilkan bangunan tahan gempa. Rumah komposit tahan gempa Bale Kohana kita harapkan merupakan solusi terhadap fase rekonstruksi terhadap kejadian bencana,” ujarnya.

Siap-siap, ASN yang Bolos Usai Libur Lebaran Bisa Kena Sanksi Penundaan Pangkat

Rumah tahan gempa dengan tipe 36 dibangun dengan memiliki dua kamar tidur, satu ruang tamu, satu kamar mandi dan ruang dapur dan diharapkan akan membuat masyarakat nyaman dan merasa terlindungi.

“Rumah komposit tahan gempa Bale Kohana kita harapkan merupakan solusi terhadap fase rekonstruksi terhadap kejadian bencana,” ujarnya.

Rumah tersebut rencananya akan dikirim ke Lombok, Nusa Tenggara Barat dan menjadi rumah permanen yang dibangun di lahan yang telah dialokasikan sebagai lahan hunian permanen bukan di lahan hunian sementara. Sekalipun ingin membangun di lokasi lama di mana terjadi gempa, maka harus dipastikan bangunan atau infrastruktur tahan gempa yang lebih baik.

Layaknya Pesawat Berawak, Terbangkan Drone Perlu Security Clearence

Rumah tersebut dinamakan rumah komposit, yang bermakna rumah dengan berbagai bahan material, khususnya material komposit polimer. Material komposit, contohnya komposit polimer, memiliki banyak keunggulan, diantaranya kuat dan ringan.

Beberapa dekade terakhir pemakaian material polimer komposit makin meningkat karena sifat tekniknya yang baik seperti kekuatan dan kekakuan khusus yang tinggi, kepadatan rendah, ketahanan lelah yang tinggi, redaman tinggi dan koefisien termal rendah.(*rls/sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here