Ditengah Guyuran Hujan, Enam Rumah di Kedaung Ludes Terbakar

METROTANSEL.COM, Pamulang – Sebanyak enam unit bangunan terdiri dari empat kontrakan dan dua rumah tinggal, di Jalan Masjid Darussalam, Kp Bulak Timur, RT 06 RW 04 Kel.Kedaung Kec.Pamulang Tangerang Selatan, Sabtu (8/6/2019) ludes dilalap api.

Ironisnya, peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 21.30Wib itu, berlangsung ketika daerah sekitar lokasi dilanda hujan, disertai listrik padam. 

Tidak ada korban jiwa. Hanya saja, seorang bayi bernama Mirza (4 bulan) terkena paparan api, yang berakibat jari-jari kakinya terbakar.

Meski ditengah terpaan hujan, api tidak mudah dipadamkan begitu saja. Mereka berjibaku bahu membahu memadamkan api.

Dalam Sehari, Tiga Peristiwa Kebakaran Terjadi di Tangsel

Sembari menunggu petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan Tangsel tiba di lokasi kejadian, mereka tidak henti hentinya menyiramkan air ke titik api.

Damkar sendiri menurunkan delapan armada, serta satu unit bantuan dari Depok, guna menjinakan api. 

Dugaan sementara, api berasal dari salah satu kontrakan yang dihuni Wahyudiniangsih (38), bersama suamia dan anaknya yang masih balita.

Ditemui metrotangsel.com, di rumahnya, Wahyudiniangsih masih terlihat trauma dengan kebakaran yang melanda kontrakannya tersebut. 

Apalagi, anak bayi yang masih berusia 4 bulan, ikut terkena percikan api di kakinya. Sementara sang suami, malam itu tengah masuk kerja. 

Bang Ben Imbau Pendatang Baru Langsung Lapor RT RW

 “Saya juga tidak tahu asal api darimana tadinya. Kan mati lampu, saya tiduran sembari menyusui dede bayi. Dua kali mati lampu,” cerita Wahyudiniangsih, yang terlihat masih syok.

Ketika menyusui anaknya ini, api tiba-tiba nyala. Wahyudianingsih sempat berusaha memadamkan api, sembari berteriak minta tolong kepada warga lainnya. 

“Saya teriak minta tolong. Tapi karena api sudah mulai membesar, warga pun dengan maksimal membantu memadamkan api. Dan kebakaran tetap terjadi,” ujarnya meneteskan air mata.

“Saya masih syok. Dan sekarang masih mau istrahat dulu dengan dede bayinya,” tukasnya.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here