51 Kuasa Hukum Kawal Gugatan PDIP Tangsel di MK

METROTANGSEL.COM, Serpong – Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Kota Tangerang Selatan jadi satu-satunya yang menggugat hasil Pileg di Kota Tangerang Selatan ke Mahkamah Konstitusi.

PDIP menggugat dugaan penggelebungan suara di Dapil 1 Ciputat.

Sementara dua partai lain yakni Nasdem dan Hanura yang sebelumnya akan melakukan hal sama, tidak nampak dalam daftar permohonan perkara yang diregis di MK.

Berdasarkan laman MK, perkara gugatan PDIP Tangsel teregister dengan nomor 91-03-16/AP3-DPR-DPRD/PAN.MK/2019, setelah dilakukan permohonan perbaikan.

KPU Tangsel Angkut Belasan Boks Dokumen Bukti Hadapi Gugatan Pilpres

Memperkuat pokok permohonan, selain menyertakan bukti penggelembungan suara, perkara PDIP ini akan dikawal sebanyak 51 tim kuasa hukum, dari Badan Bantuan Hukum Advokasi (BBH) Pusat PDI Perjuangan. 

Dari berkas perkara dan penyertaan bukti yang didaftarkan, sejumlah duagaan penggelembungan seperti disampaikan sebelumnya tercantum lengkap dalan pokok perkara.

Karena itu, dalam petitum permohonan, PDIP Tangsel meminta MK menjatuhkan putusan untuk mengabulkan permohonan pemohon seluruhnya, dan menyatakan telah terbukti terjadi penggelebungn suara untuk partai Gerindra.

Tahun ini, KPU Tangsel Ajukan Anggaran Rp 50 Miliar untuk Pilwalkot

Dalam gugatan ini, PDIP tidak hanya mengajukan bukti sendiri, tetapi juga dilengkapi data pembanding guna memperkuat pokok bukti gugtatan penggelembungan suara di sejumlah TPS. 

Seperti di Kelurahan Ciputat (TPS 13), Kelurahan Jombang (TPS 106, TPS 32, TPS 52, TPS 113), dan Kelurahan Cipayung (TPS 12, TPS 13, TPS 14). Serta alat bukti pendukunga lainnya. 

“Kami menemukan ada kejanggalan, seperti di Ciputat ini ada TPS yang pada saat perselisihan ada rekomendasi Bawaslu membuka DA1 tanpa membuka kotak suara, ini menjadi kejanggalan. Dan juga di Serpong Utara kami temukan suara yang dicoret dengan tipex padahal itu tidak boleh. Sehingga ini kami laporkan ke MK,” ungkapnya, Yuslizar sebelumnya.

Ditinggal Mudik, Dua Rumah di Komplek Pamulang Estate Dibobol Maling

Karena itu, PDI Perjuangan akan terus menuntut keadilan ke MK, karena pihaknya merasa suaranya berkurang. 

“Satu suara saja hilang bagi kami harus benar-benar diperjuangkan. Karena suara itu adalah amanah masyarakat yang dititipkan nelalui kami. Jadi sampai mana pun akan kami perjuangkan ini semua,” pungkasnya. (sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here