Pilihan Terbatas Satu Sekolah, Ortu Siswa : Seandainya Bisa Dua…Ah Sudahlah 

Suasana Pendaftaran di SMAN 2 Tangsel

METROTANGSEL.COM, Serpong – Pelaksanaan PPDB online tahun ini tidak hanya menguras tenaga saja.

Psikis serta keteguhan hati orang tua calon siswa juga diuji betul.

Salah satu orang tua siswa, Betty, mengaku, dengan hanya satu sekolah pilihan saat akan mendaftar, orang tua seperti dihadapkan pada “kepasrahan” terkait nasib pendidikan anak anak mereka kedepanya.

“Pasrah. Ga ada pilihan. Kita hanya bisa mendaftar di satu sekolah yang diminati. Seandainya saja bisa dua sekolah, mungkin kita ga akan se-stres saat ini. Bisa siapkan plan B. Ya sudahlah. Tunggu saja hasilnya,” kata Betty ditemui metrotangsel.com, saat tengah duduk di bawah pohon, taman SMAN 2 Tangsel.

Ibu dari Muhamad Afif Rangga itu berujar, PPDB tahun ini sangat kacau balau.

Lebih sembrawut dari tahun sebelumnya. Itu karena tidak ada sosialisasi terkait proses PPDB dari pihak terkait. 

Bahkan hanya sekadar untuk mengetahui hari pelaksanaan PPDB saja, kata pegawai Jatelindo BLOK M, yang bermukim di Bakti Jaya, Setu, ini, orang tua siswa jauh hari sudah harus bergerilya. 

Menurut Betty, PPDB tahun ini lebih kacau dan sembrawut tahun sebelumnya. 

“Lebih kacau. Minim sosialisasi. Tidak ada penjelasan detil apa itu sistem zonasi, bagaimana proses masuk zonasi. Dan parah lagi, kita hanya dihadapkan pada satu sekolah pilihan,” tandas Betty diamini ibu ibu lainnya.

Orang tua siswa lainnya, Ruki Kurniawan mengatakan, Pemprov Banten seperti tidak siap melaksanakan PPDB.

Karena kenapa, PPDB tidak seperti bukan online, malah lebih terlihat konvensional.

“Di Banten seperti tidak siap melaksanakan PPDB online. Kacau bangat. Harusnya segala infrastukturnya disiapkan dengan detil dulu menurut saya. Tidak seperti sekarang ini,” tukas Ruki.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here