Pemprov Banten Kaji Kenaikan Kuota Jalur Prestasi Jadi 20%

METROTANGSEL.COM, Setu – Banyaknya keluhan orangtua terkait minimnya kuota jalur prestasi yang hanya 5% pada penerimaan PPDB 2019 ini, ditanggapi serius Pemprov Banten. 

Wakil Guberbur Banten, Andika Hazrumy yang memantau pelaksanaan PPDB di SMA Negeri 2 Tangsel, Selasa (18/6/2019) rupanya dikeluhkan orangtua terkait kesempatan anak dengan nilai bagus masuk sekolah bagus, seperti SMAN 2 Tangsel.

“Kuota jalur prestasi yang hanya 5% seolah “membunuh” harapan siswa dengan nilai ujian bagus. Kalah saing dengan siswa yang lokasi rumahnya dekat dengan sekolah. Percuma ada nilai bagus, tapi ga bisa membantu saat mendaftar,” kata salah seorang wali murid, Ruki, saat berbincang langsung dengan Wakil Gubernur Banten, di SMA Negeri 2 Tangsel, Selasa, (18/6/201).

Menjawab curhatan para orangtua di lokasi sekolah, Andika mengaku masukan tersebut akan menjadi pertimbangan pihak Pemprov Banten, untuk menaikan kuota jalur prestasi. 

Kisruh PPDB, Pemerintah Daerah Dinilai Belum Siap Terapkan Zonasi

Setidaknya hingga 20%, mengingat rerata nilai UN siswa lulusan SMP di Banten cukup bagus. 

“Nanti akan kita kaji dengan Pak Kadis untuk bagaimana Banten juga bisa meningkatkan kuota jalur prestasi, sekarang 5%, mudah-mudahan kita bisa sesuaikan dengan kondisi Banten, kami naikkan menjadi 20 persen,” ujar Andika. 

Saat ditanya kapan perubahan itu diterapkan, Andika tidak menanggapi secara jelas. Mantan anggota DPR RI itu hanya mengatakan akan membahas persentase jalur prestasi itu setelah masa pendaftaran atau yang disebutnya masa rekonsiliasi.

“Nanti di dua hari rekonsiliasi ya, nanti diusulkan. Yang penting nanti dikonsultasikan dulu dengan kondisi Banten, beda dengan daerah lain,” ujarnya.

Pantau PPDB SMAN 2 Tangsel, Wagub Banten Dengarkan Curhat Ortu

Dikatakan Andika, penetapan angka 5% sekarang sesuai dengan Permendikbud 51 tahun 2018.

“Itu aturan Permendikbudnya 5 persen. Sebenarnya provinsi bisa menyesuaikan dengan kondisi daerahnya,” tegasnya.

Seperti diketahui, Pemprov Banten  menerjemahkan Permendikbud 51 tahun 2018 dengan membuat sistem jalur masuk berupa 90% jalur zonasi, 5 persen jalur prestasi luar zonasi dan 5 persen jalur mutasi, atau perpindahan dinas orang tua.

Tidak adanya jalur prestasi dalam zona dan persentase yang terlalu kecil itu dikeluhkan masyarakat.

Andika mengatakan, pihaknya akan mengkaji persentasi itu agar lebih sesuai dengan karakter wilayah di delapan kota kabupaten di Banten.(sam/asn)

1 COMMENT

  1. Assalamualaikum wr wb
    sebagai orangtua kami setuju pak kuota jalur prestasi ditambah, mudah mudahan bisa 30%, utk ppdb th 2020 nanti. Amiin..
    sebetulnya menguntungkan krn dlm satu kelas ada murid yg pintar sehingga bisa berbagi ilmu dgn teman nya , jadi ada pemerataan juga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here