MGMP Kimia SMAN 2 Tangsel Gelar Workshop Pembelajaran IBI

METROTANGSEL.COM, Serpong – Di tengah sebagian guru lain menikmati masa liburan, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia, Kota Tangsel justru sibuk menggelar workshop pembelajaran berbasis inkuiri atau inquiry based learning.

Ketua MGMP Kimia Kota Tangsel, Djmilah Sudjana kepada metrotangsel.com, Rabu, (19/6/2019) mengatakan, workshop itu difokuskan pada peningkatan kemampuan pedagogik inkuiri dan keterampilan guru, dalam membelajarkan keterampilan inteletual siswa.

Kata Djamilah, program ini dibekali tentang konsep inkuiri dengan 6 level learning sequence-nya dan keterampilan  merancang learning sequence dalam pembelajaran MIPA (Matematika, kimia, fisika, dan biologi).  

“Peningkatan kualitas siswa merupakan salah satu tantangan bagi guru untuk meningkatkan kompetensinya. Seperti kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi professional dan kompetensi sosial,” ungkap Djamilah.

Pemprov Banten Kaji Kenaikan Kuota Jalur Prestasi Jadi 20%

Karena itu, sambung Djamilah, guru hendaknya memiliki kompetensi pedagogik, yaitu kemampuan guru untuk memahami peserta didik, melakukan perancangan dan pelaksanaan pembelajaran.

Serta, kata guru Kimia SMAN 2 Tangsel ini, merancang dan melaksanakan evaluasi proses dan hasil belajar dan menganalisis hasil evaluasi sebagai dasar pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. 

“Kompetensi kepribadian juga harus dimiliki guru, yaitu kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia,” tegasnya.

Masih kata Djamilah, selain itu kompetensi sosial juga diperlukan. Yaitu kemampuan untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali dan masyarakat sekitar. 

“Kecele” Kepala KCD tak Ikut Rombongan Pantau PPDB, Wagub : Nanti Saya Panggil

“Guru juga hendaknya memiliki kompetensi professional yaitu kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam,” tandasnya.

“Kemampuan ini mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan, yang menaungi materinya serta penguasaan terhadap struktur dan metodologi keilmuannya,” terang dia lagi.

Kemampuan membelajarkan peserta didik berinkuiri terkait pada kompetensi pedagogik, sesuai permendiknas nomor 16 tahun 2007 tentang kompetensi guru. 

“Penerapan pembelajaran berbasis inkuiri ditekankan dalam Permendikbud Nomor 22 tahun 2016 tentang standar proses Pendidikan Dasar dan Menengah,” tutupnya.

Pada kesempatan workshop ini juga diberikan pelatihan aplikasi Plickers sebagai salah satu aplikasi tes/quiz online yang dapat digunakan di kelas-kelas pembelajaran supaya suasana kelas semakin menyenangkan. Workshopnya sendiri bertempat di SMAN 2 Tangsel.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here