Se-Toren Air Bersih Dijual Rp 2 Ribuan, PT PITS Berlakukan Subsisi Silang

METROTANGSEL.COM, Setu – Dewan Direksi masih terus meramu ide guna menambah pemasukan atau keuntungan dari lini bisnis yang saat ini tengah fokus dilakoni. Salah satunya layanan air minum bersih yang berlokasi di Parakan, Pamulang.

Direktur Keuangan PT PITS, Ruhamaben saat ditemui di gedung DPRD Tangsel, Senin (24/6) mengatakan, untuk pelayanan air bersih yang saat ini dalam proses diakui memang belum banyak diketahui masyarakat.

Bahkan, sebagian masyarakat menganggap jika PT PITS adalah PDAM. “PT PITS ini apa. Kok air PDAM. Nah, kita melayani neh sekarang untuk merealisasikan target RPJMD walikota,” tegas sosok berkacamata itu.

Mengingat penjualan air bersih ini sangat murah, yakni hanya Rp 2.000 per meter kubik atau setoren air bersih, maka pihak PT PITS menargetkan apartemen, perumahan mewah hingga hotel sebagai sasaran utama penjualan air bersih ini untuk mendapatkan untung.

Ngga Muluk muluk, PT PITS Hanya Target Untung Rp 2,3 Miliyar Hingga Akhir Tahun

Tarif rata-rata selain masyarakat, lanjut Ruhamaben, yakni Rp 6 ribuan. Dan hingga saat ini, PT PITS masih melakukan subsidi silang guna menutupi penjualan murah untuk kelompok tertentu tadi. Seperti masjid, yayasan sosial atau di dalamnya tempat peribadatan.

“Bedalah harganya dengan masyarakat biasa untuk perumahan, apartemen ataupun hotel. Ga dua ribuan tentunya,” jelas dia.

Kenapa bisa murah? Ruhamaben mengatakan dalam penjualan air minum tidak bisa ditetapkan tarif. Selain karena ada peraturan walikota, juga karena menyangkut ranah pelayanan publik.

Ditegur Dewan, PT PITS Hentikan Proses Bangun Air Bersih di Pamulang

“Kita tidak bisa semena mena menentukan tarif untuk air bersih. Itulah bedanya bisnis air dengan bisnis lain. Makanya kita sebut ini adalah semi urusan publik sebenarnya, bahkan layanan publik,” bebernya.

“Bahkan untuk kelompok tertentu kita subsidi. Seperti masjid, yayasan atau ada gereja, kita tidak bisa memasang tarif. Kelompok kelompok ini hanya bayar Rp 2 ribuan. Satu toren loh. Murah bangat kan,” tutup Ruhamaben tersenyum.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here