Diancam Dapat Nilai Jelek, Korban Terpaksa Layani “Hap” Guru Bimbel

METROTANGSEL.COM, Serpong – Guru bimbingan belajar (bimbel) yang kini jadi tersangka pencabulan anak dibawah umur, IM (24), kelahiran Tegal tahun 1995, begitu leluasa melancarkan aksinya terhadap korban JEA (15).

Menurut keterangan Wakapolres Tangsel, Kompol Arman, korban tidak bisa menolak aksi cabul tersangka karena selalu diancam tersangka.

“Ancamanya, kalau korban menolak maka nilainya akan jelek. Salah satunya seperti itu. Karena korban masih dibawah umur dan takut, maka tersangkapun melancarkan aksinya,” kata Kompol Arman, dihadapan awak media, Jumat (28/6).

Disinggung kemungkinan ada korban lain dari aksi “hap” tersangka IM, Kompol Arman mengaku masih mendalami kemungkinan.

“Sementara ini korbanya baru satu. Mungkin bisa disebarkan informasi, sehingga kemungkinan korban lain melapor. Kita juga akan mencari informasi ke warga, apakah ada atau tidak korban lain,” tegas Kompol Arman, ditemani Kasat Reskrim, Ajun Komisaris Polisi Alexander Yurikho.

Edan, Selama Dua Tahun Guru Bimbel Ini “Hap” Kemaluan Anak Muridnya

Terungkap Empat Fakta Baru Dalam Rekostruksi Pembunuhan Gadis ABG yang Dibuang di Pinggir Jalan Legok

Mengingat perbuatan tersangka berulang selama dua tahun, pihaknya jelas akan melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap tersangka.

Sementara terhadap korban, pihaknya akan menggandeng unit P2TP2A Tangsel, untuk melakukan pendampingan guna mengurangi trauma serta mencegah korban menjadi pelaku kemudian hari.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here