Edan, Selama Dua Tahun Guru Bimbel Ini “Hap” Kemaluan Anak Muridnya

ilustrasi

METROTANGSEL.COM, Serpong Utara – Edan. Kelakuan guru bimbel berinisial IM (24) ini terbilang sangat biadab.

Betapa tidak, selama dua tahun mengajar, dalam kurun waktu itu pula dia mencabuli anak didiknya yang saat itu masih berusia 13 tahun. Dari hanya meraba, “hap” hingga tahap penetrasi ke anus korban.

Saat ini, korban JEA sudah berusia 15 tahun dan duduk dibangku kelas VIII SMP. Diketahui, perbuatan tersangka IM dimulai sejak Juli 2017 hingga Mei 2019, dan baru dilaporkan orangtua korban 22 Juni 2019 ini.

Wakapolres Tangsel, Kompol Arman mengatakan, peristiwa memilukan yang menimpa JEA ini berlangsung di rumahnya, Jelupang, Serpong Utara.

“Tersangka sudah puluhan kali melakukan aksinya terhadap korban,”uangkap Kompol Arman. Dimulai sejak tersangka IM mengajar private korban bulan Juli 2017 hingga Mei 2019.

“Terungkapnya kasus ini karena adanya laporan orangtua korban kepada polisi. Dilaporkan setelah korban mengeluh sakit pada bagian anusnya,” ungkap Kompol Arman, saat dirilis dihadapan awak media, Jumat (28/9) sore.

Lanjut Kompol Arman, kronologis awalnya, tersangka hanya memegang, memainkan, dan meraba-raba saja kemaluan korban disela mengajar.

Munculnya Paslon Independen di 2010, Akan Sulit Terulang di Pilkada 2020

Terungkap Empat Fakta Baru Dalam Rekostruksi Pembunuhan Gadis ABG yang Dibuang di Pinggir Jalan Legok

Namun lambat laun karena merasa aksinya dianggap aman, tersangka kembali mengulanginya pada pertemuan berikutnya hingga dua tahun ini.

“Dan selama kurun waktu itu, tersangka selain melakukan oral, juga melakukan tindakan lebih jauh hingga tahap melakukan penetrasi memasukan alat vitalnya ke anus korban,” jelas dia.

Akibat aksi penetrasinya tersebut, anus korban mengalami sobek dan mengeluh sakit. “Berdasarkan hasil visum di RSU Tangsel, didapat kerusakan pada anus korban,” tegasnya.

Dari keterangan Kompol Arman saat menginterogasi korban sebelumnya, diketahui bahwa tersangka IM yang masih berstatus mahasiswa salah satu Perguruan Tinggi ternama di Tangsel ini, juga merupakan korban kekerasan seksual saat masih kecil.

“Kalau dari pengakuan tersangka IM, ia merupakan korban juga semasa kecil. Tersangka sudah puluhan kali melakukannya kepada korban JEA

Karena sudah berlangsung selama dua tahun, korban sendiri sampai tidak ingat sudah berapa puluh kali dipaksa melayani aksi edan tersangka.

“Korban tidak ingat pasti sudah berapa kali. Dan korban menjelaskan sudah puluhan kali tersangka melakukan pencabulan terhadap korban ini,” urai Kompol Arman.

Tersangka IM kelahiran 1995 ini diancam dengan Pasal 82 UU RI No. 35 tahun 2014 atas perubahan UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 Tahun penjara.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here