Terungkap Empat Fakta Baru Dalam Rekostruksi Pembunuhan Gadis ABG yang Dibuang di Pinggir Jalan Legok

Tersangka JR tengah menjalankan adegan rekronstruksi kasus pembunuhan dengan korban FF yang juga merupakan tunanngannya sendiri. foto : Sam)

METROTANGSEL.COM, Legok – Rekonstruksi kasus pembunuhan gadis ABG (anak baru gede), yang dibunuh tunangannya dan dibuang di tepi jalan beberapa waktu lalu menyibak fakta baru.

Dalam rekonstruksi pada Kamis, (27/6) itu, terungkap empat fakta baru bahwa tersangka JR saat akan mencekik tunanganya, terlebih dahulu turun dan menghampiri korban dari pintu sebelahnya.

Setelah itu, dia baru melakukan aksinya, mencekik leher kekasihnya hingga tak bernyawa. Fakta lainnya, tersangka mengikatkan tali plastik rafia di tangan dan kaki Korban pada saat di TKP pembuangan jenazah.

Fakta tiga, tersangka berusaha memstikan korban telah meninggal dengan mengikatkan erat kain selendang milik korban ke leher korban.

Usulan Dana Hibah Daerah untuk Pilkada Tangsel Tunggu Persetujuan DPR

Satpol PP Sita Ratusan Botol Miras Impor di Pergudangan Taman Tekhno BSD

Fakta keempat, tersangka tidak mengenal dan mengetahui daerah tempat untuk membuang jenazah Korban.

Turut hadir dalam rekonstruksi ini pengacara JR, atas nama Julian Jaya Pasau dan ikut menyaksikan 18 adegan rekonstruksi yang diperagakan enam orang dari Polres Tangsel, termasuk juga Kasatreskrim, Ajun Komisaris Alexander Yurikho.

Dari 18 rekonstruksi yang diperankan, terungkap bahwa tersangka selesai menghabisi nyawa korban terjadi pada adegan 15 dan 18. Sementara pada adegan 1-6, merupakan persiapan tindakan oleh tersangka.

Pada adegan 7-14, adegan kekerasan anak dibawah umur hingga pembunuhan. Rekonstruksi sendiri dilaksankan di Jl. Promoter, samping gedung Polres Tangerang Selatan & Kp. Babat RT 01/01, Legok, Kabupaten Tangerang.

Seperti diketahui, seorang wanita muda ditemukan tergeletak dalam warga dengan kondisi tangan dan kaki terikat di pinggir jala Kampung Babat RT 01/01 Desa Babat Kecamatan Legok Kabupaten Tangerang (Wilayah Hukum Tangerang Selatan), beberapa waktu lalu.

Kapolres Tangsel, Ajun Komisaris Besar Ferdy Irawan mengatakan, korban merupakan FSL, kelahiran Tangerang 24 Februari 2002. Tinggal di Kampung Pinang RT 02/03, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

“Sedangkan tersangka adalah tunangan korban yang berinisial JR, kelahiran Tangerang 30 Januari 2001, kampung Sodong RT 02/03 Desa Sodong, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang,” ungkap Kapolres.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here