Tanpa Bayaran, Organisasi IEA Sigap Belah Jalanan Kawal Ambulance

Aksi sosial IEA

METROTANGSEL.COM, Serpong – Pernahkan Anda melihat motor mengawal ambulance? Melambaikan tangan sembari menyuruh pengendara lekas menepi?

Ya, yang Anda temui itu ternyata anggota Indonesia Escorting Ambulance (IEA). Sebuah organisasi yang secara sukarela membantu ambulance memecah jalan supaya lekas sampai tujuan dan orang yang dibawa mendapatkan tindakan medis Rumah Sakit (RS).

Di Kota Tangsel, ternyata IEA sudah terbentuk dengan ketua Salman Alfariz. Sejak setahun eksis, IEA Tangsel pun sudah banyak membantu warga yang membutuhkan pertolongan, utamanya terkait kebutuhan terhadap ambulance.

Ditemui metrotangsel.com, di Serpong, Minggu (30/6), Salman Alfariz mengatakan, anggota IEA bekerja berdasarkan azas sukarela dan rasa kemanusian. Ikhlas tanpa pamrih.

Kata Salman, awal terbentuknya IEA karena rasa sedih dan keprihatinan dari beberapa anggota yang merasa kehilangan anggota keluarga, karena sulitnya mendapatkan ambulance dengan cepat.

“Sesuai dengan tujuan awal terbentuknya, kami benar-benar ikhlas membantu warga yang butuh pertolongan. Karena kami tahu rasanya bagaimana susahnya mendapatkan ambulance segera keluarga yang sakit,” kata Salman ditemani sejumlah anggota IEA lainya.

“Tujuan utama kami membantu pasien selamat sampai tujuan. Kami bisa melihat pasien sampai rumah sakit tujuan, ditangani dan terselamatkan itu kami sudah sangat bersyukur dan puas,” tambah Salman.

Sistem kerjanya, setiap ada keluarga pasien mau merujuk ke RSU, anggotaa IEA langsung meluncur mengawal ambulance yang akan ke RS.

“Kita sementara ini stay di RSU, karena kita memang sudah kerjasama dengan beberapa rumah sakit dan puskesmas. Jadi, kalau ada yang butuh ambulance, perawatnya langsung kordinasi dengan kita. Atau ada juga warga yang DM ke IG kita IEA_tangerangraya. Biasanya langsung kita link kan ke RS terdekat,” tegasnya.

Mengingat IEA ini organisasi sosial, segala kebutuhan mereka selama beroperasi pun menggunakan kocek sendiri.

“Kita alhamdulillah pakai uang sendiri. Walaupun banyak pengeluaran selama standby menunggu tugas, tapi tidak masalah,” jelasnya.

Untuk protap pengawalan, lanjut Salman, biasanya satu ambulance dikawal hingga lima motor. “Satu di depan, dua di sisi samping dan dua lagi di bagia belakang,” urai Salman.

Sejak setahun berdiri, banyak pengalaman dan suka duka dirasakan anggota IEA. Mulai dari dicacimaki pengguna jalan hingga ditabrak pengendara lain.

“Tapi kembali lagi ke kitanya, harus banyak sabar dan tidak terpancing dengan cacian yang diterima. Insya Allah tugas kita lancar,” tuturnya.

Mengingat saat ini mereka hanya fokus menunggu kordinasi dengan pihak RSU Tangsel, kedepan Salman Cs berencana mengajak rumahbsakit swasta yang ada di Tangsel bekerjasama.

“Kalau sekarang sih fokusnya memang di RSU Tangsel. Tapi ada rencana menggandeng rumah sakit lain nanti,” pungkas Salman.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here