Usai Gelar Operasi, Dinsos Kerap Didatangi Orang yang Mengaku Kerabat Dekat Terapis

Kadinsos Tangsel, Wahyu

METROTANGSEL.COM, Serpong – Diamankannya belasan wanita muda di salah satu panti pijat “plus” di kawasan Serpong, Tangsel, beberapa waktu lalu menguak kenyataan, jika lokasi semacam itu kerap dibekingi.

Kepala Dinas Sosial, Tangsel, Wahyunoto Lukman kepada metrotangsel.com, beberapa waktu lalu mengatakan, pihaknya acapakali didatangi orang yang mengaku keluarga atau kerabat sejumlah wanita yang diamankan.

“Ada beberapa yang datang ke kantor meminta “anaknya” agar bisa dibiarkan pergi. Kan kita kirim mereka ke Jakarta Timur. Saya jelaskan kepada orang yang ngaku orangtuanya ini, jika anaknya itu akan diberikan berbagai pelatihan keterampilan, bukannya dipenjara. Tapi ngotot, minta anaknya dibebasin,” kata Lukman.

Lanjut Lukman, oknum yang mengaku orangtuanya meminta rekomendasi Dinsos agar bisa bebas.

Alasanya, dia tidak percaya anaknya yang baru beberapa hari bekerja ke Tangerang terlibat prostitusi. 

Tiap Tahun, 8.085 Warga Miskin di Tangsel Terima Bantuan dari Kemensos

Blangko KTP-el Kembali Kosong, Disdukcapil Sarankan Warga Ajukan Suket di Kecamatan

“Dia bilang ga percaya anaknya berbuat macam-macam. Makanya dia minta dibebasin aja. Saya bilang, ga bisa. Saya sih ga percaya kalau itu orangtuanya. Palingan juga ngaku-ngaku, suruhan oranglain,” jawab Lukman.

Mantan Sekretaris KPU Tangsel itu mencium aroma suruhan dari sejumlah orang maupun yang mengaku orangtua menyambangi kantornya. 

“Kita ga mau gegabah. Kalah sudah dikirim ke panti sosial, ya silahkan ditunggu. Kan maksimal tiga bulan,” tuturnya.

Terkait rumah singgah Dinsos sendiri, Lukman mengaku jika PSK yang diamankan belum bisa dibina di rumah singgah Dinsos, dengan alasan kurang keamanan dan penjaga.

“Rumah singgah kita bisa, harusnya siap. Tapi agak repot. Karena saat kemarin kita antar (terapis) ke Panti di Bambu Apus saja ada yang mengikuti, itu oknum. Karena yang membekingi mereka ini banyak,” ucap Wahyu.

“Pengamanan kita masih standar, hanya satpam. Kalau pengamanan kuat, penjagaan khusus, mungkin kami bisa,” tutupnya.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here