Dinas Sosial Tak Maksimal Kelola Rumah Singgah yang Masih Berstatus Sewa

ilustrasi

METROTANGSEL.COM, Setu – Dinas Sosial Kota Tangsel mendorong pihak Pemkot Tangsel untuk memprioritaskan pembangunan rumah singgah.

Pasalnya, rumah singgah yang saat ini statusnya sewa dengan biaya Rp 280 juta per tahun, tidak bisa dimaksimalkan pengelolaanya oleh Dinsos. Beda halnya jika rumah tersebut miliki sendiri.

“Yang namanya sewa tidak bisa dikelola maksimal. Yang punya rumah aja, dengan biaya yang kita keluarkan sebesar itu setiap tahunnya, tidak mau hanya sekadar ganti genteng aja,” ungkap Kepala Dinas Sosial, Wahyunoto Lukman, yang ditemui di gedung DPRD Tangsel, Senin (8/7).

Masih menurut Wahyunoto, rumah singgah yang saat ini ditempati di wilayah Muncul, Setu, dari sisi gedung cukup bagus karena ada taman, halaman dan aula. “Tapi dari sisi gedung sudah mulai ga terawat,” katanya.

Kendalanya, ketika pihak Dinsos hendak melakukan perawatan, terbentur dengan aturan. Begitu juga ketika hendak dianggarkan pada anggaran pemerintah, menurut Wahyunoto itu juga tidak bisa karena sifatnya kapitasi.

Tunggu Putusan MK, Pelantikan Legislator Baru Dipastikan Tertunda

Raih 5 Medali Emas, Siswa Tangsel Selamatkan Wajah Pendidikan Banten pada OSN 2019

“Karena statusnya sewa atau kapitasi, jadi tidak bisa maksimal penganggaranya. Beda hal nya dengan yang sifatnya habis pakai. Misalkan yang tidak boleh terkait kapitasi ini ganti pintu atau genteng tidak boleh. Tapi kalau sekadar mengecat tembok, itu boleh kalau sistem sewa,” tandasnya.

Ditanya apakah Dinsos sudah mengusulkan kepada Pemkot untuk pengadaan rumah singgah ini, Wahyunoto mengaku hampir setiap tahun diusulkan, termasuk juga pada saat Musrembang.

“Sering diusulkan. Tapi kalau dilihat dari RPJMD, rumah singgah belum termasuk yang diprioritaskan. Tapi mudah-mudahan kedepan kita bisa memiliki rumah singgah sendiri,” tutupnya.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here