Abu & CO Perkenalkan ” MUSAYAMA” Mesin Pemusnah Sampah Berkapasitas 20 Ton Sehari

Kemal Pasha

METROTANGSEL.COM, Serpong – Pengelolaan sampah masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah Kota Tangsel.

Pasalnya hingga kini, tempat pembuangan akhir (TPA) Cipeucang belum terlalu efektif dalam mengcover sampah di daerah termuda di Provinsi Banten ini.

Memberikan solusi terkait hal itu, perusahaan Abu & Co menawarkan mesin baru yang dinilai sangat efektif menghancurkan sampah di Tangsel. Namanya MUSAYAMA, tekhnologi pemusnah sampah kaya manfaat.

Musayama secara resmi diperkenalkan dalam soft launching, Senin (15/7) oleh pemilik perusahaan Abu & Co, Kemal Pasya.

Menurut Kemal, perusahaannya telah melayani pengolahan sampah di Kota Tangsel selama lebih dari 25 tahun. Namun baru setahun terakhir ini menguji coba sistem baru yang sangat efisien.

Mesin Pemusnah Sampah ‘Musayama’

Saat ini, kata mantan Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Tangsel itu, sekitar 10.000 rumah telah dilayani dengan kapasitas sampah mencapai 30 ton sampah per hari.

Hebatnya semua sampah itu dapat diolah seluruhnya dalam waktu 1 hari, artinya tidak ada lagi sisa sampah dari pelanggan yang menumpuk, tidak heran jika tidak tercium bau yang menyengat.

“Ini berkat adanya alat yang kami miliki, yang berteknologi MUSAYAMA” ujar Kemal Pasya saat soft launching, kemarin.

Lanjut Arsitek lulusan ITB ini, Musayama adalah singkatan dari Musnah Sampah Kaya Manfaat. Mesin tersebut bekerja 24 jam tanpa menggunakan bahan bakar.

Saat ini, kata Kemal, mesin Musayama dari PT. ABU & Co siap untuk diperkenalkan kepada khalayak ramai.

Tahun Ajaran Baru, Tangsel Keluarkan Edaran Dua Jam Tanpa Gadget

Harapannya agar dapat diikuti oleh pengelola sampah lainnya di Indonesia, dan Teknologi asli karya bangsa Indonesia ini dapat berkembang dan menjadi solusi bagi permasalahan sampah di Indonesia.

“Mesin ini mampu memusnahkan hingga 20 ton sampah per hari dan dapat menghasilkan banyak produk seperti bahan bakar cair, bahan bakar gas, asap cair dan arang,” tegasnya.

Sementara itu, kepala teknik Musayama, Achsan Indriadi, mesin ini telah diuji selama 1 tahun, digunakan 24 jam setiap harinya, tanpa menggunakan bahan bakar, asap yang minim dan minim tenaga listrik.

“Mesin ini dapat menghasilkan tenaga listrik dan produk manfaat lainnya, dan 100 persen menggunakan material dan teknologi lokal,” jelas dia.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here