P2TP2A Berikan Trauma Healing pada NMY, Korban Persetubuhan Pengantar Galon

ilustrasi

METROTANGSEL.COM, Serpong – Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Tangsel, Kamis (18/7) mendatangi kediaman NMY, korban persetubuhan oleh Jaya Permana dan Syahbandi alias Dimas, beberapa waktu lalu.

Ketua P2TP2A Tangsel, Herlina Mustika Sari mengatakan, pihaknya sangat berkomitmen mendampingi korban kekerasan seksual dalam pemulihan psikososial dan pengawalan kasus hukumnya. Termasuk juga NMY.

“Korban sudah kita dampingi. Kita memberikan konseling dengan psikolog yang ada di P2TP2A,” ungkap Herlina kepada metrotangsel.com, melalui pesan whatsapp, kemarin.

Menurut Herlina, kasus yang menimpa gadis belia yang disetubuhi pacar dan rekanya itu sangat memprihatinkan. Bahkana menambah keprihatinan dari pihaknya.

“Tentu ini menambah keprihatinan kita semua ya. Masalah perlindungan anak seperti yang selalu kami (P2TP2A) sampaikan, adalah tugas semua pihak dan implementasinya harus masif, semua harus terlibat,” jelasnya.

Berkaca dari kasus kekerasan seksual yang sering terjadi, terutama pada anak dibawah umur, peranan keluarga, kata Herlina, mennadi garda utama dan pertama.

Bahkan, sambung dia, dalam era industri 4.0 ini, tidak semua orangtua dapat mengikuti langkah dan irama anak walau mereka mau.

Di Pamulang, Gadis 16 Tahun “Digilir” Pengantar Galon dan Temannya di dalam Gubuk

Niatnya Sudah Direncanakan, Jaya : Mau Berbagi Kepuasan Aja dengan Teman

“Karena itu, holistic parenting sangat penting disosialisasikan kepada para keluarga di Tangsel, baik dilakukan oleh pemerintah, organisasi terkait, dunia pendidikan dan lain-lain,” jelas dia.

“Diri anak sndiri, harus menumbuhkan self esteem pada dirinya dan berani menolak sesuatu yang salah,” tutupnya.

Seperti diketahui, NMY (16) adalah korban persetubuham oleh Jaya Permana (19) dan rekannya Syahbandi, yang terjadi di sebuah gubuk kosong di Perumahan Reni Jaya, beberapa waktu lalu.

Kedua orang ini, sudah diamankan oleh pihak kepolisian dan sekarang mendekam di jerusi besi Mapolres Tangsel. Mereka diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here