Ketua Yayasan Taman Tunanetra: Tetaplah Semangat Meski Keterbatasan Fisik

METROTANGSEL.COM, Serpong – Menunaikan ibadah shalat lima waktu sehari hukumnya wajib, bagi siapapun yang beragama Islam. Tidak ada istilah toleransi hanya karena keterbatasan fisik seperti (maaf) buta, tuli atau kekurangan panca indera lainnya.

Demikian salah satu pelajaran berharga yang bisa dipetik puluhan siswa maupun guru Madrasah Aliyah (MA) Nurul Falah Ciater, Serpong saat berkunjung ke Sekolah Khusus Islam Terpadu (SKh-IT) Yarfin, Yayasan Tunanetra Raudhlatul Makfufin, Kamis (18/7).

“Apakah karena kita buta, tuli, atau cacat jadi shalatnya bisa ditoleransi. Begitu juga baca Quran. Apakah bisa minta toleransi. Tidak. Semuanya sama dihadapan Allah SWT,” tegas Pembina Yayasan Makfufin, A Joni Watimena dihadapan para siswa Nurul Falah.

“Jadi, gunakanlah waktu, panca indera dan kelengkapan fisik yang kita punya untuk bersujud kepada-Nya, Allah SWT. Jangan sia-siakan semua itu,” sambungnya.

Sementara Ketua Yayasan Makfufin Budi Santoso mewanti-wanti bahwa sekolah madrasah ataupun sekolah umum sama saja. Mendapatkan ilmu dan kesempatan kerjasama yang sama ketika lulus kelak.

Sekolah di Madrasah Aliyah menurut Budi tidak gampang. Banyak pelajaran keagamaan yang harus dikuasai dan pelajari. Tapi itu tidak menutup peluang bersaing dengan siswa lulusan SMA.

“Yang menentukan keberhasilan seseorang tetap Allah SWT. Iya, kita yang berusaha dan mengarahkan akan kemana kita. Tapi kembali lagi, bahwa Allah SWT yang menentukannya,” tegas Budi.

Ia berharap, siswa MA Nuru Falah bisa mencontoh siswa SKh-IT. Karena menurut Budi, walaupun memiliki keterbatasan, tapi siswa di sekolah itu semangatnya luar biasa ingin membahagiakan orangtua masing-masing.

Siswa di sekolah itu rela jauh dari orangtua dan saudaranya untuk menuntut ilmu. Mereka berusaha keras untuk tidak menjadi beban orangtuanya. Semangat mereka luar biasa dan harus menjadi contoh buat teman-teman yang normal.

Wapres JK : Industri Otomotif di Indonesia Punya Sejarah Panjang

10 Tahun Kantongi KTP Jadul, Musisi Anang Hermansyah Datangi Disdukcapil Tangsel

“Mereka saja yang tunanetra ingin memberikan mahkota kemuliaan di akhirat nanti. Kenapa kalian yang normal tidak bisa. Jadilah kebanggan kedua orangtua kalian. Amien,” saran Budi.

Di tempat sama, Kepala MA Nurul Falah, Kosim sangat berharap anak didiknya bisa mencontoh semangat belajar siswa SKh-IT. “Mereka semangat belajarnya dari subuh ke subuh harus anak-anak contohi. Jangan lagi bermalas-malasan untuk belajar,” sarannya.

Usai sambutan-sambutan, lantas berlanjut ke acara penyerahan cinderamata dari Kepala MA Nurul Falah kepada Ketua dan Pembina Yayasan Makfufin, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan foto bersama.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here