Menengok TPU Sari Mulya Target RPJMD Airin -Benyamin Sebelum Lengser

Samsudin : Kampung Babakan, Setu, Tangsel.

WALI KOTA -Wakil Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany – Bemyamin Davnie memiliki rencana besar sebelum periode kedua masa jabatan mereka habis April 2021 mendatang.

Salah satunya menyediakan tempat pemakamam umum (TPU). Seperti apa lahan bakal TPU Sari Mulya ini? Berikut metrotangsel.com rangkum untuk Anda.

Merealisasikan hajat RPJMD ini, Disperkimta mewujudkannya dengan rencana pembangunan TPU Sari Mulya dengan luas mencapai 20 hektare. Target selesaianya 2020 mendatang sebelum Airin-Benyamin lengser.

Minggu (21/7), metrotangsel.com, mencoba mendatangi langsung lokasi pembangunan TPU itu yang beralamat di Kampung Curug, RT 01/01, Kelurahan Babakan, Setu.

Sebelum mencapai lokasi bakal makam, ternyata aksesnya cukup sulit. Harus melewati perkampungan warga dan jalan setapak. Bahkan metrotangsel.com sempat berada di TPU Sari Mulya yang sudah dipenuhi makam.

Saat pertama kali menginjakan kaki di atas areal rencana pembangunan ini, kita akan langsung dihadapkan pada gapura hijau tosca “penanda” bertuliskan “Tempat Pemakamam Umum Sari Mulya”. Lengkap dengan alamatnya.

Tapi, baru sebatas gapura saja. Tidak ada ada bangunan lain lagi. Terlihat hanya rerumputan di depan gapura yang mulai dipenuhi debu ini. Di sekelilingnya, kebun dan beberapa rumah warga setempat.

Dibawahnya, ada sebuah gardu posko kecil yang bisa jadi difungsikan sebagai jagaan sebelum masuk ke areal makam kelak.

Selesai melihat gapura, dibawah teriknya matahari siang itu, metrotangsel.com lantas menengok ke dalam areal bakal lahan TPU.

Seakan tidak percaya dengan pemandangan siang itu, metrotangsel.com pun mencoba bertanya kepada salah seorang warga setempat. Sirin (77).

Berdasarkan info dari kakek dengan empat cucu dan dua buyut ini, lokasi persis berdirinya gapura itu memang akan dijadikan lahan TPU Sari Mulya.

“Tapi ga tahu kapan mas. Baru sebatas sosialisasi saja kepada warga. Itu lokasinya,” kata kakek Sirin menunjuk ke areal hamparan sawah.

Menengok ke dalam areal sawah yang dimaksud, nampak hamparan birunya padi yang diperkirakan belum genap sebulan ditanam. Tidak ada aktifitas lain yang terlihat lagi, kecuali beberapa anak berusia 6-8 tahun duduk di sebuah gubuk.

Melangkahkan kaki melewati gapura atau menyambut orang masuk, sebuah empang berukuran kecil tempat “ngangon” atau bebek mandi sudah langsung dijumpai.

Selain gubuk dan hamparan padi, pada sisi kiri menandakan bakal lahan TPU, Pemkot Tangsel memasang tembok melengkung.

“Temboknya sudah dipasang. Sudah lumayan lama. Tapi kapan mau dibangun, saya juga ga tahu. Belum selesai masalahnya dengan warga sini,” jelas kakek Sirin.

“Ga terima orang sini. Belum selesai tanahnya. Masih kusut ini. Bukanya ga setuju. Setuju-setuju aja sih bangunya. Cuman belum selesai aja dengan warga sini,” tutur kakek Sirin lagi.

Bisa jadi, “kusut” yang dimaksud kakek Sirin terkait harga pembebasan lahan yang harus dibayarkan kepada warga, mengingat yang dibutuhkan adalah 20 hektare.

berkaca dari pernyataan Teddy Meiyadi , tujuh hektare lahan beres. “Sisa 13 hektare lagi. Harga tanah makin naik setiap tahunya,” kata Plt Kepala Dinas Perkimta Teddy belum lama ini.

Akses Jalan Sempit Hanya Bisa Dilalui Satu Mobil

Tanpa gapura penanda, Anda pasti akan nyasar mendatangi TPU Sari Mulya yang saat ini juga ada di lokasi sekira 1 km dari TPU Sari Mulya “yang bakal dibangun pemkot”. Karena itu, Anda baiknya bertanya kepada warga sekitar dengan seksama.

Dengan bertanya sekalipun, Anda akan diarahkan ke TPU Sari Mulya yang saat ini sudah dipenuhi makam.

Umumnya, warga setempat hanya mengetahui TPU Sari Mulya yang sudah ada, bukan yang akan dibangun.

“Ouh, TPU Sari Mulya. Bapak belok kiri di gang yang ada agak becek itu, nanti di depan tower tinggi, belok kiri. Nanti di situ ada gapuranya,” jelas warga ketika kita bertanya lokasi TPU Sari Mulya.

Sebelum membahas apa saja yang saat ini masih ada di atas bakal TPU modern nan lengkap ini, metrotangsel.com akan coba jelaskan jalan masuk menuju lokasi dan perbedaan TPU Sari Mulya yang sudah ada dan bakal dibangun.

Ada beberapa akses jalan yang bisa dilalui untuk menuju lokasi. Pertama, dari arah Pasar Jengkol menuju Puri Serpong 1 dan arah masuk dari arah SMKN 3 Tangsel atau Puri Serpong 3. Kondisi jalanya sama-sama sangat sempit.

Hanya cukup dilalui satu mobil dan motor. Jika dua mobil berpapasan, dipastikan tidak bisa. Salah satu mobil harus mengalah. Motor pun harus sabar melewati jalanan ini.

Itu pun harus masuk melewati rumah-rumah warga di areal gang yang tidak terlalu lebar tadi. Jadi, jika ada iringan jenazah nantinya, ya harus sabar dan tidak bisa grasu grusuk.

“Jalanya memang sangat sempit. Ribet kalau dilewati dua mobil. Satu mobil saja susah. Lihat saja tuh dari turunan menuju ke sini. Mana muat untuk dua mobil, satu saja susah,” sebut Sirin (77) warga setempat.

Menurut Sirin, informasi yang didapatnya, jalan masuk dari arah jalan raya Puspiptek itu akan dibuatkan hingga mencapai lokasi makam, guna memudahkan iringan jenazah kelak.

“Tapi ga tahu kapan. Kan banyak rumah warga juga. Tapi informasinya akan ada jalan ke sini,” sebutnya.

Ya, seperti diketahui, Pemkot Tangsel berencana membangun TPU Sari Mulya di atas lahan 20 hektare dengan target rampung 2020. Konsepnya sangat modern dilengkapi segala fasilitas penunjang.

Bahkan, TPU ini nanti akan mampu menampung puluhan ribu liang lahad. TPU menurut Teddy, menjadi target RPJMD Wali Kota saat ini yang harus segera diselesaikan.

Melihat lahan yang masih kosong dan belum ada tanda-tanda proses pembangunan, patut ditunggu realisasi makam ini nantinya.

Apakah bisa selesai tepat waktu atau justru target RPJMD Airin-Benyamin terganjal. Doakan saja selesai!!!(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here