Down Grade Tipe, Dewan Sebut RSUD jadi Puskesmas Terbesar di Tangsel

Ahmad Syawqi (Foto dok. detaktangsel)

METROTANGSEL.COM, Serpong – Anggota Komisi II DPRD Tangsel buka suara terkait down grade tipe RSUD Tangsel, dari tipe C ke tipe D. Dewan melihat, down grade ini bukan sesuatu yang tiba-tiba direkomendasikan.

Pastinya, Kemenkes melihat ada indikator-indikator krusial yang tidak bisa dipenuhi pihak RSUD. “Ini masalah urgent, harus segera diselesaikan. Jangan sampai Tangsel tidak memiliki RSUD nantinya,” kata Ketua Komisi II DPRD Tangsel, Ahmad Syawqi, kepada metrotangsel.com, Senin (22/7).

Lanjut Syawqi, dewan mendesak agar Dinas Kesehatan maupun dari RSUD nya sendiri ambil sikap. Dan dewan sendiri, sambung dia, sebenarnya sudah menjadwalkan rapat dengan Dinkes.

“Karena kalau dibiarkan berlarut-larut, bisa berakibat pada benar-benar hilangnya status RSUD Tangsel menjadi Puskesmas. Masa jadi Puskesmas terbesar nanti,” katanya.

Berdasarkan catatan Komisi II, sebenarnya tidak ada yang aneh dengan down grade ini, jika merujuk pada minimnya inovasi dari pihak RSUD.

“Ini tidak aneh. Toh selama ini mereka tidak punya inovasi apapun. Kalaupun ada kemarin, itu inovasi turunan dari UHC jaminan kesehatan,” imbuhnya.

Sebelumnya diketahui, hasil reviu kelas dari Kemenkes merekomendasikan empat Rumah Sakit di Tangsel turun kelas. Antara lain RSUD, RS Rumah Sehat Indonesia, RS Insan Permata turun ke tipe D dari tipe C. Sementara untuk RSIA Vitalaya tetap tipe namun dengan catatan.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here