Kepala Dindikbud Minta Maaf pada Warga Tak Terakomodir SMP Negeri

METROTANGSEL.COM, Ciputat – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel, Taryono angkat bicara terkait aksi blokade jalam warga Jalan Beruang, Pondok Ranji, menuju akses SMPN 13, Senin (22/7).

Menurut Taryono, sistem PPDB sudah maksimal mengakomodir semua kondisi masyarakat, yaitu dekat sekolah, berprestasi akademik, berprestasi non akademik.

“Maupun anak tidak mampu yang tercermin pada jalur PPDB yang ada,” ungkap Taryono kepada metrotangsel.com.

Lanjut Taryono, kendati semua berjalan on the track, tentu saja pasti masih ada masyarakat yang tidak diterima di SMPN, karena daya tampung terbatas.

“Mohon maaf kepada masyarakat yang tidak diterima di SMPN walau sangat membutuhkannya,” jelasnya.

Imbas 12 Siswa Tak Diterima Jalur Zonasi PPDB, Warga Pondok Ranji Blokade Jalan Menuju SMPN 13

Sebelumnya, warga Jalan Beruang, RT 01/RW 02, Pondok Ranji, Ciputat, Senin (22/7 pagi, memblokir akses jalan serta membakar ban menuju lokasi masuk ke SMP Negeri 13.

“Warga yang protes ini gabungan warga Pondok Karya, Pondok Betung dan Pondok Ranji. Kami kecewa anak-anak sini yang 12 orang tidak diterima. Padahal secara zonasi, jaraknya cuman 500 meter. Ada juga yang cuman 2 km, beda kecamatan memang,” ungkap Wahab, salah seorang warga setempat.(sam/asn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here